Berikut kerusakan yang lebih rinci:
* Apa itu: Cetak bibir adalah pola karakteristik kerutan dan celah di permukaan bibir. Pola ini disebut cheiloscopy .
* keunikan: Meskipun tidak secara definitif unik seperti sidik jari, penelitian menunjukkan bahwa cetakan bibir memiliki karakteristik individu yang berpotensi membedakan satu orang dari yang lain.
* Aplikasi forensik: Dalam sains forensik, cetakan bibir yang ditemukan di tempat kejadian (mis., Pada gelas, rokok, atau selembar kertas) dapat dibandingkan dengan cetakan bibir yang diambil dari tersangka untuk berpotensi menghubungkannya ke tempat kejadian. Ini digunakan sebagai bentuk bukti jejak.
* Tantangan:
* Distorsi: Cetakan bibir dapat didistorsi dengan tekanan, gerakan, atau permukaan yang disimpan.
* Kejelasan: Cetakan bibir mungkin tidak selalu jelas atau lengkap.
* Subjektivitas: Interpretasi cetakan bibir bisa bersifat subyektif, yang membuatnya kurang dapat diandalkan daripada analisis sidik jari.
* Variabilitas: Faktor -faktor seperti kosmetik, kondisi bibir (kekeringan, chapping), dan gerakan otot dapat mempengaruhi penampilan cetakan bibir.
* Klasifikasi: Cetakan bibir biasanya diklasifikasikan berdasarkan pola alur dan garis. Ada beberapa sistem klasifikasi, dengan klasifikasi Suzuki dan Tsuchihashi menjadi salah satu yang lebih umum.
Singkatnya, cetakan bibir adalah pola unik dari garis dan alur di bibir seseorang, yang berpotensi digunakan untuk tujuan identifikasi dalam investigasi forensik, meskipun keandalannya diperdebatkan dan tidak sekuat analisis sidik jari.