Love Beauty >> Cinta keindahan >  >> Kecantikan >> Rias Wajah >> Rias Kuku

Apa yang menyebabkan kuku mengelupas?

Peeling kuku, juga dikenal sebagai onychoschizia, adalah masalah yang sangat umum. Ada beberapa penyebab potensial, mulai dari faktor lingkungan hingga kondisi kesehatan yang mendasarinya. Berikut adalah rincian alasan paling umum mengapa kuku Anda mungkin terkelupas:

1. Faktor Lingkungan &Kebiasaan Gaya Hidup:

* Paparan cuci tangan/air yang sering: Berulang kali membasahi dan mengeringkan tangan Anda melucuti kuku minyak alami mereka, yang menyebabkan kekeringan dan kerapuhan. Pikirkan tentang mencuci piring, berenang, atau bekerja dalam profesi yang membutuhkan pencucian tangan yang konstan.

* sabun dan pembersih kasar: Bahan kimia yang kuat dalam deterjen, solusi pembersih, dan bahkan beberapa sabun tangan dapat mengalami dehidrasi dan melemahkan kuku.

* udara kering: Kelembaban yang rendah, terutama selama musim dingin, dapat menyebabkan kuku menjadi rapuh dan rentan terkelupas.

* terlalu sering menggunakan obat cat kuku dan cat kuku: Aplikasi dan pengangkatan cat kuku yang sering, terutama dengan penghilang berbasis aseton, mengering dan melemahkan pelat kuku. Cat kuku gelap, khususnya, dapat menodai dan melemahkan kuku.

* Paku Akrilik/Manikur Gel: Peningkatan buatan ini dapat merusak permukaan kuku, membuatnya lebih rentan terhadap mengelupas saat dihilangkan. Mengarsipkan permukaan kuku untuk menempel kuku buatan juga melemahkan struktur kuku.

* Trauma: Bahkan trauma kecil seperti memukul kuku, mengambilnya, atau menggunakannya sebagai alat dapat menyebabkan pemisahan dan mengelupas.

* menggigit/memetik kuku: Kebiasaan ini dapat merusak matriks kuku (tempat kuku tumbuh) dan menyebabkan pertumbuhan dan pengelupasan yang tidak merata.

* Pengajuan Kuku yang Tidak Benar: Mengarsipkan kuku bolak -balik alih -alih dalam satu arah dapat melemahkan tepi dan meningkatkan kemungkinan mengelupas.

2. Kekurangan Nutrisi:

* Kekurangan Besi: Besi sangat penting untuk pertumbuhan kuku yang sehat. Kekurangan dapat menyebabkan kuku yang rapuh, tipis, dan terkelupas.

* Kekurangan biotin: Biotin (vitamin B7) penting untuk produksi keratin, protein yang membentuk kuku. Meskipun jarang, kekurangan dapat berkontribusi pada masalah kuku.

* Defisiensi Vitamin D: Vitamin D sangat penting untuk kesehatan secara keseluruhan, termasuk kesehatan kuku. Tingkat rendah dapat menyebabkan kuku rapuh.

* Kekurangan vitamin dan mineral lainnya: Kekurangan dalam vitamin dan mineral lain seperti seng, kalsium, atau asam amino tertentu juga berpotensi berkontribusi pada masalah kuku, meskipun lebih jarang.

3. Kondisi medis yang mendasari:

* gangguan tiroid (hipotiroidisme): Tiroid yang kurang aktif dapat menyebabkan kulit kering dan kuku yang rapuh.

* psoriasis: Kondisi kulit ini dapat mempengaruhi kuku, menyebabkan lubang, penebalan, dan mengelupas.

* eksim: Mirip dengan psoriasis, eksim juga dapat mempengaruhi kuku.

* Infeksi jamur (onychomycosis): Meskipun sering dikaitkan dengan kuku tebal dan berubah warna, infeksi jamur terkadang dapat menyebabkan pengelupasan.

* lichen planus: Kondisi peradangan ini dapat mempengaruhi kulit, kuku, dan selaput lendir.

* Anemia: Seperti disebutkan sebelumnya, anemia defisiensi besi dapat menyebabkan masalah kuku.

* Fenomena Raynaud: Kondisi ini mempengaruhi aliran darah ke ekstremitas, termasuk jari dan kaki, dan dapat menyebabkan kuku yang rapuh.

4. Obat -obatan:

* Obat -obatan tertentu, seperti retinoid (digunakan untuk jerawat dan kerutan) dan beberapa obat kemoterapi, dapat menyebabkan masalah kuku sebagai efek samping.

Apa yang harus dilakukan:

1. Identifikasi Penyebab Potensi: Pertimbangkan gaya hidup Anda, diet, dan kondisi kesehatan yang mendasarinya.

2. Hidrat: Minumlah banyak air agar tetap terhidrasi dari dalam ke luar.

3. melembabkan: Oleskan krim atau minyak pelembab (seperti minyak kutikula) ke kuku dan tangan Anda beberapa kali sehari, terutama setelah dicuci. Cari produk yang mengandung bahan seperti Shea Butter, Jojoba Oil, atau Vitamin E.

4. Batasi paparan air: Kenakan sarung tangan saat mencuci piring atau melakukan kegiatan lain yang melibatkan paparan air yang berkepanjangan.

5. Gunakan Produk Lembut: Pilih pembersih ringan dan bebas sabun dan hindari bahan kimia yang keras. Pilih penghapus cat kuku bebas aseton.

6. Perawatan kuku: Ajukan kuku Anda dalam satu arah, hindari memetik atau menggigit, dan batasi penggunaan kuku buatan.

7. Diet sehat: Makan diet seimbang yang kaya akan vitamin dan mineral. Pertimbangkan suplemen biotin setelah berkonsultasi dengan dokter Anda.

8. Lihat dokter: Jika pengelupasan tetap ada, disertai dengan gejala lain (seperti rasa sakit, pembengkakan, atau perubahan warna), atau Anda mencurigai kondisi medis yang mendasarinya, temui dokter atau dokter kulit. Mereka dapat membantu menentukan penyebabnya dan merekomendasikan perawatan yang tepat.

Singkatnya, Peeling kuku biasanya disebabkan oleh faktor -faktor eksternal seperti kekeringan dan bahan kimia yang keras. Meningkatkan rutinitas perawatan kuku Anda dan mengatasi kekurangan potensial seringkali dapat menyelesaikan masalah ini. Namun, jika masalah tetap ada atau disertai dengan gejala lain, penting untuk berkonsultasi dengan seorang profesional medis untuk mengesampingkan kondisi medis yang mendasarinya.