* Hipoalergenik: Untuk meminimalkan risiko reaksi alergi, terutama karena digunakan pada banyak pasien dengan sensitivitas berbeda-beda.
* Bebas pewangi: Aroma yang kuat dapat menyebabkan iritasi pada pasien, terutama mereka yang merasa mual atau memiliki masalah pernafasan.
* Tidak Berminyak: Lotion yang dapat menyerap dengan baik diutamakan agar tidak meninggalkan residu licin pada kulit atau alas tidur.
* Mudah Disalurkan: Botol pompa umum digunakan karena kebersihan dan kemudahan penggunaannya.
* Hemat Biaya: Rumah sakit sering kali perlu membeli lotion dalam jumlah besar, jadi keterjangkauan adalah salah satu faktornya.
Beberapa merek dan tipe lotion yang umum digunakan rumah sakit antara lain:
* McKesson: McKesson adalah perusahaan pemasok medis besar, dan mereka menawarkan lini lotion mereka sendiri yang dirancang khusus untuk penggunaan rumah sakit.
* Garis tengah: Mirip dengan McKesson, Medline adalah pemasok medis besar lainnya yang memiliki lini lotionnya sendiri.
* Aveeno: Lotion Aveeno, terutama losion yang bebas pewangi, terkenal lembut dan melembapkan.
* Eucerin: Lotion Eucerin dikenal karena sifat melembapkannya dan sering direkomendasikan untuk pasien dengan kulit kering atau sensitif.
* Lubriderm: Lubriderm adalah pilihan populer lainnya karena keterjangkauan dan efektivitasnya.
Penting untuk diperhatikan bahwa lotion spesifik yang digunakan dapat bervariasi tergantung pada rumah sakit, departemen, dan kebutuhan individu pasien. Jika Anda memiliki alergi atau sensitivitas tertentu, sebaiknya tanyakan kepada penyedia layanan kesehatan atau terapis pijat losion apa yang akan mereka gunakan.