i. Inspeksi Visual:
* Warna:
* Normal: Bahkan warna kulit, sesuai untuk etnis.
* abnormal:
* pucat (pucat): Dapat menunjukkan anemia, syok, sirkulasi yang buruk. Lihatlah konjungtiva (kelopak mata dalam), kuku, dan mukosa oral.
* sianosis (kebiruan): Menunjukkan hipoksia (kurangnya oksigen). Lihatlah bibir, kuku, dan selaput lendir.
* Jaundice (kekuningan): Menunjukkan penyakit hati atau obstruksi saluran empedu. Lihatlah sklera (putih mata), kulit, dan selaput lendir.
* erythema (kemerahan): Menunjukkan peradangan, infeksi, demam, reaksi alergi, atau paparan sinar matahari.
* hiperpigmentasi (area gelap): Dapat disebabkan oleh paparan sinar matahari, perubahan hormon, atau kondisi medis tertentu (mis., Penyakit Addison, melasma).
* Hipopigmentasi (Area Lightened): Dapat disebabkan oleh perubahan pasca-inflamasi, vitiligo, atau albinisme.
* kelembaban:
* Normal: Kulit harus sedikit lembab dan terhidrasi.
* abnormal:
* Dryness (xerosis): Dapat disebabkan oleh dehidrasi, kelembaban rendah, atau kondisi kulit tertentu.
* keringat berlebih (diaforesis): Dapat disebabkan oleh demam, kecemasan, olahraga, atau kondisi medis tertentu.
* Suhu:
* Normal: Kulit harus hangat saat disentuh.
* abnormal:
* kehangatan lokal: Dapat menunjukkan peradangan atau infeksi di area tertentu.
* kehangatan umum: Mungkin menunjukkan demam.
* kesejukan: Dapat menunjukkan sirkulasi yang buruk.
* Tekstur:
* Normal: Kulit harus halus dan lembut.
* abnormal:
* kekasaran: Dapat disebabkan oleh kekeringan, eksim, atau keratosis pilaris.
* bersisik: Dapat disebabkan oleh psoriasis, eksim, atau infeksi jamur.
* menebal: Dapat disebabkan oleh iritasi kronis atau lichenification.
* Integritas:
* Normal: Kulit harus utuh, tanpa istirahat atau lesi.
* abnormal: Cari salah satu dari yang berikut:
* lesi: Lihat bagian terperinci di bawah ini.
* edema: Pembengkakan. Pitting Edema meninggalkan lekukan setelah tekanan diterapkan. Catatan lokasi dan tingkat pitting.
* bekas luka: Hasil dari cedera atau operasi sebelumnya.
* Luka: Istirahat di kulit. Catatan lokasi, ukuran, kedalaman, dan tanda -tanda infeksi apa pun.
* Ulkus: Luka terbuka. Catatan lokasi, ukuran, kedalaman, dan tanda -tanda infeksi apa pun.
ii. Penilaian lesi (jika ada):
* a - asimetri: Apakah lesi simetris atau asimetris? (Setengah tidak cocok dengan yang lain)
* B - Border: Apakah perbatasannya teratur atau tidak teratur? (Ragged, berlekuk, atau kabur)
* C - Warna: Apa warna lesi? Apakah seragam atau bervariasi? (Warna yang tidak rata, nuansa hitam, coklat, dan cokelat sedang memprihatinkan)
* D - Diameter: Berapa ukuran lesi? (Lebih besar dari 6mm (ukuran penghapus pensil) sedang memprihatinkan)
* E - Evolusi: Apakah lesi berubah dalam ukuran, bentuk, warna, atau ketinggian? Apakah ini baru? Apakah pendarahan, gatal, atau kerak?
Karakteristik lesi lain yang perlu diperhatikan:
* Lokasi: Di mana lesi lesi itu?
* Distribusi: Apakah lesi terisolasi atau tersebar luas? Apakah itu berkerumun? Apakah itu mengikuti jalur saraf?
* Konfigurasi:
* Annular: Bundar atau berbentuk cincin (mis., Kering).
* linear: Garis lurus (mis., Gores).
* berkerumun: Dikelompokkan bersama (mis., Herpes simplex).
* difus: Tersebar di area yang luas.
* Jenis lesi (contoh):
* Macule: Area datar, tidak dapat dipalsukan, dibatasi (mis., Bintik-bintik).
* papule: Lesi tinggi, teraba, padat, lebih kecil dari 1 cm (mis., Kutil).
* nodul: Lesi tinggi, teraba, padat, lebih besar dari 1 cm (mis., Lipoma).
* vesikel: Lesi yang ditinggikan, dibatasi, dipenuhi cairan, lebih kecil dari 1 cm (mis., Blister).
* bulla: Lesi yang ditinggikan, dibatasi, dipenuhi cairan, lebih besar dari 1 cm (mis., Lepuh besar).
* Pustule: Lesi yang ditinggikan, dibatasi, dipenuhi nanah (mis., Jerawat).
* wheal: Area edema kulit yang transien, tinggi, berbentuk tidak teratur, pink/merah pucat/merah (mis., Gigitan nyamuk, gatal -gatal).
* plak: Lesi tinggi, padat, superfisial, lebih besar dari 1 cm (mis., Psoriasis).
* Skala: Kulit kering, kering (mis., Ketombe).
* kerak: Serum kering, darah, atau nanah (mis., Keropeng).
* erosi: Hilangnya epidermis superfisial (mis., Vesikel pecah).
* Ulkus: Hilangnya epidermis dan dermis (mis., Ulkus tekan).
* fissure: Retak linier pada kulit (mis., Kaki atlet).
* atrofi: Penipisan kulit (mis., Striae).
iii. Palpasi:
* Tekstur: Mengkonfirmasi penilaian visual (mis., Halus, kasar, bersisik).
* Suhu: Mengkonfirmasi penilaian visual (mis., Hangat, keren).
* kelembaban: Mengkonfirmasi penilaian visual (mis., Kering, lembab, diaforetik).
* Turgor: Elastisitas kulit. Jepit kulit dengan lembut di bagian belakang tangan atau klavikula dan lepaskan. Nilai seberapa cepat kulit kembali ke posisi semula. Turgor yang buruk (tenda) dapat menunjukkan dehidrasi. (Catatan:Penilaian Turgor dapat kurang dapat diandalkan pada orang tua karena penurunan elastisitas kulit).
* Mobilitas: Betapa mudahnya kulit dapat dicubit dan diangkat. Penurunan mobilitas dapat menunjukkan edema atau scleroderma.
iv. Riwayat pasien:
* Masalah kulit masa lalu: Riwayat kondisi kulit (mis. Eksim, psoriasis, alergi), kanker kulit sebelumnya.
* Obat: Obat-obatan saat ini (resep, over-the-counter, herbal), karena beberapa dapat menyebabkan reaksi kulit.
* Alergi: Alergi yang diketahui (mis., Obat -obatan, makanan, alergen kontak).
* Sejarah Keluarga: Riwayat keluarga kondisi kulit atau kanker kulit.
* Faktor gaya hidup: Pekerjaan, kebiasaan paparan sinar matahari, merokok, konsumsi alkohol, diet.
* Perubahan terbaru: Setiap perubahan baru pada kulit (mis., Lesi baru, perubahan lesi yang ada, gatal, kekeringan).
* Perilaku perawatan diri: Penggunaan tabir surya, kebiasaan pelembab, ujian kulit diri.
Pertimbangan Penting:
* pencahayaan: Gunakan pencahayaan yang baik (cahaya alami adalah yang terbaik).
* Privasi: Memberikan privasi untuk pasien selama pemeriksaan.
* Sarung Tangan: Kenakan sarung tangan jika ada risiko kontak dengan darah atau cairan tubuh lainnya.
* Peralatan: Anda mungkin memerlukan penguasa atau mengukur pita untuk mengukur lesi. Lampu kayu (lampu ultraviolet) dapat membantu dalam mendiagnosis infeksi jamur tertentu.
* Dokumentasi: Dokumentasikan semua temuan secara akurat dan menyeluruh.
Kapan merujuk:
Sangat penting untuk mengetahui kapan harus merujuk pasien ke dokter kulit. Rujuk jika Anda menemukan salah satu dari yang berikut:
* Mol yang mencurigakan: Terutama mereka yang memiliki karakteristik ABCDE.
* Lesi yang berkembang pesat.
* lesi yang berdarah atau ulserasi.
* Kondisi kulit yang parah atau persisten yang tidak menanggapi perawatan.
* Kondisi kulit apa pun yang menyebabkan tekanan yang signifikan atau memengaruhi kualitas hidup pasien.
Dengan menilai dengan hati -hati faktor -faktor ini, Anda dapat memperoleh wawasan yang berharga tentang kesehatan kulit pasien dan mengidentifikasi masalah potensial sejak dini. Informasi ini dapat memandu perawatan yang tepat dan meningkatkan hasil pasien.