1. Surfaktan keras (agen pembersih):
* sulfat (SLS, SLES): Ini adalah deterjen yang kuat yang menciptakan busa yang kaya dan secara efektif menghilangkan kotoran, minyak, dan penumpukan produk. Namun, mereka bisa * terlalu * efektif, menghilangkan sebum alami yang melembabkan dan melindungi poros rambut dan kulit kepala. Ini dapat menyebabkan kekeringan, kusut, dan iritasi.
* Pembersih agresif lainnya: Bahkan beberapa sampo bebas sulfat dapat mengandung pembersih yang kuat seperti cocamidopropyl betaine (dalam konsentrasi tinggi) atau olefin sulfonat, yang dapat memiliki efek pengupasan yang serupa, meskipun seringkali lebih ringan daripada sulfat.
2. Level pH tinggi:
* pH alkali: Rambut dan kulit kepala berkembang di lingkungan yang sedikit asam (pH 4,5-5,5). Shampo dengan tingkat pH yang lebih tinggi (alkali) dapat mengganggu lapisan kutikula rambut, membuatnya lebih keropos dan rentan terhadap kehilangan kelembaban, kerusakan, dan kerusakan.
3. Kurangnya bahan pelembab atau pengkondisian:
* pengupasan tanpa pengisian ulang: Shampo yang kuat berfokus terutama pada pembersihan dan mungkin tidak mengandung bahan hidrasi atau pengkondisian yang cukup (seperti minyak, humektan, protein, atau silikon) untuk menangkal efek pengupasan.
* Rumus sederhana: Beberapa sampo yang kuat memprioritaskan formula "bersih" dengan bahan -bahan minimal, yang dapat membuat rambut terasa kering dan rapuh setelah dicuci.
4. Konten alkohol:
* Agen pengeringan: Beberapa sampo mengandung alkohol (terutama alkohol SD atau alkohol terdenaturasi), yang dapat memiliki efek pengeringan pada rambut dan kulit kepala. Alkohol membantu bahan -bahan menembus dan dapat digunakan sebagai pelarut tetapi tidak selalu diperlukan.
5. Frekuensi Penggunaan:
* over-washing: Bahkan sampo yang lembut dapat menyebabkan kekeringan jika digunakan terlalu sering. Mencuci setiap hari atau lebih sering dari yang diperlukan dapat secara terus -menerus menghapus minyak alami, mencegah kulit kepala agar tidak melembabkan rambut dengan benar.
6. Faktor lain:
* Suhu air: Air panas membuka kutikula rambut, membuatnya lebih rentan terhadap kerusakan dan kekeringan selama mencuci.
* Air Keras: Air keras mengandung mineral yang dapat bereaksi dengan sampo untuk membentuk residu pada rambut, membuatnya terasa kering, kusam, dan terbebani.
* Jenis Rambut: Rambut yang kering secara alami, keriting, atau diolah warna lebih rentan terhadap kekeringan dan kerusakan dari sampo yang keras. Jenis rambut ini umumnya mendapat manfaat dari formulasi yang lebih lembut dan lebih melembabkan.
Bagaimana faktor -faktor ini menyebabkan kekeringan dan kerusakan:
1. Gangguan keseimbangan minyak alami: Melucuti sebum meninggalkan rambut tanpa perlindungan dan rentan terhadap kehilangan kelembaban.
2. Kerusakan kutikula: Kutikula yang rusak kasar dan keropos, yang menyebabkan keriting, kerusakan, dan ujung yang terbelah. Kutikula melindungi korteks dalam.
3. Peningkatan porositas: Rambut berpori menyerap dan kehilangan kelembaban dengan cepat, membuatnya terasa kering dan rapuh.
4. Struktur rambut yang lemah: Pengupasan dan kerusakan yang diulang dapat melemahkan struktur protein rambut, membuatnya lebih rentan terhadap kerusakan dan penipisan.
Ringkasan: Shampo yang kuat adalah pembersih yang efektif, tetapi formula kuatnya dapat mengganggu keseimbangan alami rambut dan kulit kepala. Kunci untuk meminimalkan kekeringan dan kerusakan adalah memilih sampo yang sesuai untuk jenis rambut Anda dan menggunakannya hemat. Cari sampo dengan bahan pelembab, pH seimbang, dan formula bebas sulfat jika Anda memiliki rambut kering atau rusak. Selalu kondisikan rambut Anda setelah keramas untuk mengisi kembali kelembaban dan menghaluskan kutikula.