Berikut penjelasan yang lebih rinci:
* Kulit tipis: Kulit di bibir Anda jauh lebih tipis daripada kulit di seluruh tubuh Anda, terutama stratum corneum (lapisan terluar). Ketipisan ini memungkinkan cahaya untuk menembus dan dipantulkan kembali dari pembuluh darah yang mendasarinya.
* pembuluh darah berlimpah: Bibir memiliki pasokan kapiler yang kaya (pembuluh darah kecil) di dekat permukaan.
* hemoglobin: Sel darah merah di dalam kapiler ini mengandung hemoglobin, protein yang membawa oksigen. Hemoglobin berwarna merah saat teroksigenasi. Semakin banyak darah teroksigenasi, semakin pinker bibirnya muncul.
Karena itu, yang Anda lihat adalah warna darah di kapiler di bawah permukaan kulit bibir.
Faktor -faktor yang dapat mempengaruhi pinkness bibir Anda:
* Sirkulasi: Sirkulasi yang baik akan membuat bibir Anda tampak lebih merah muda. Sirkulasi yang buruk (mis., Dari menjadi dingin) dapat membuat mereka terlihat lebih pucat atau bahkan kebiruan.
* Hidrasi: Dehidrasi dapat membuat bibir terlihat kusam dan kurang bersemangat.
* Genetika: Beberapa orang secara alami memiliki lebih atau kurang pigmentasi di bibir mereka, yang dapat memengaruhi seberapa merah muda mereka muncul.
* Paparan sinar matahari: Seiring waktu, paparan sinar matahari dapat merusak kulit di bibir dan mengubah warnanya.
* Kondisi medis: Kondisi medis tertentu, seperti anemia, masalah paru -paru, atau masalah jantung, dapat mempengaruhi kadar oksigen darah dan mengubah warna bibir (mis., Menjadi warna kebiruan, yang disebut sianosis).
* Merokok: Merokok dapat menyempitkan pembuluh darah dan mengurangi aliran darah ke bibir, membuatnya tampak lebih pucat.
Singkatnya, pinkness bibir bawah Anda terutama disebabkan oleh visibilitas darah yang bersirkulasi di kapiler di bawah kulit tipis. Perubahan warna bibir kadang -kadang bisa menjadi indikator kondisi kesehatan yang mendasarinya. Jika Anda melihat perubahan yang signifikan atau persisten dalam warna bibir Anda, yang terbaik adalah berkonsultasi dengan dokter.