* Belief awal: Saliva Anda memberikan kelembaban sementara, memberi Anda rasa lega singkat dari kekeringan.
* penguapan dan kekeringan: Saat air liur Anda menguap, itu sebenarnya menarik kelembaban dari bibir Anda. Ini karena air liur mengandung enzim pencernaan yang dapat memecah minyak alami kulit, membuat bibir Anda lebih kering dari sebelumnya.
* Chapping and Cracking: Kekeringan menyebabkan pecah -pecah, retak, dan mengelupas kulit halus di bibir Anda.
* Peradangan: Kulit yang teriritasi menjadi meradang, menyebabkan kemerahan, rasa sakit, dan ketidaknyamanan. Kondisi ini disebut *Dermatitis Liper Lip Lick *atau *Lip Licking Eczema *.
* Peningkatan menjilat: Kekeringan dan ketidaknyamanan yang meningkat mendorong Anda untuk menjilat bibir lebih banyak lagi, mengabadikan siklusnya.
* Infeksi Sekunder: Bibir retak lebih rentan terhadap infeksi dari bakteri, ragi, atau virus (seperti virus herpes simpleks, yang menyebabkan luka dingin).
* Hiperpigmentasi: Dalam beberapa kasus, menjilati bibir kronis dapat menyebabkan hiperpigmentasi, menyebabkan kulit di sekitar bibir Anda menjadi lebih gelap.
Pada dasarnya, menjilati bibir Anda untuk menghilangkan kekeringan adalah perbaikan jangka pendek yang memperburuk masalah dalam jangka panjang.