Love Beauty >> Cinta keindahan >  >> Kecantikan >> Rias Wajah >> Rias Kuku

Apa karakteristik kuku yang digigit?

Kuku yang digigit, juga dikenal sebagai onychophagia, memiliki beberapa karakteristik berbeda yang dihasilkan dari tindakan yang berulang dan kompulsif menggigit kuku dan kulit di sekitarnya. Berikut ini rincian karakteristik itu:

Karakteristik pelat kuku:

* Piring kuku yang lebih pendek: Karakteristik yang paling jelas. Pelat kuku secara signifikan lebih pendek dari biasanya karena gigitan konstan.

* tepi kuku tidak beraturan: Alih -alih tepi yang halus dan melengkung, tepi kuku sering bergerigi, tidak rata, dan robek. Ini dapat memiliki penampilan "gigi gergaji".

* bentuk terdistorsi: Gigitan yang berulang dapat mendistorsi bentuk alami kuku. Mereka bisa menjadi lebih luas, lebih bulat, atau bahkan berbentuk kipas.

* kuku tipis dan lemah: Menggigit melemahkan struktur kuku, membuatnya lebih tipis, lebih rapuh, dan rentan terhadap pemisahan atau dikupas.

* punggung dan alur: Ridges horizontal atau vertikal dapat berkembang di pelat kuku karena kerusakan pada matriks kuku (tempat kuku tumbuh).

* Paparan hiponychium: Hiponychium (kulit di bawah tepi kuku bebas) dapat diekspos, rusak, atau surut karena menggigit. Ini meningkatkan risiko infeksi.

Kulit di sekitarnya (kutikula &perionykium) Karakteristik:

* Kutikula yang rusak: Kutikula, yang melindungi matriks kuku, seringkali rusak parah atau tidak ada. Mungkin robek, compang -camping, berdarah, atau meradang.

* Hangnails: Ini adalah potongan -potongan kecil kulit yang robek di sekitar kuku, yang biasa terjadi pada kuku.

* pembengkakan dan kemerahan: Kulit di sekitar kuku bisa menjadi meradang, bengkak, dan merah karena iritasi terus -menerus dan infeksi potensial.

* Kalus atau kulit yang menebal: Menggigit kronis dapat menyebabkan kalus atau kulit menebal di sekitar kuku.

* paronychia (infeksi): Infeksi bakteri atau jamur dapat terjadi pada lipatan kuku (kulit yang mengelilingi kuku) karena istirahat di penghalang kulit.

Karakteristik potensial lainnya:

* Pendarahan: Gigitan yang sering dapat menyebabkan pendarahan dari tempat tidur kuku atau kulit di sekitarnya.

* rasa sakit dan kelembutan: Area di sekitar kuku bisa menyakitkan dan lembut saat disentuh, terutama ketika kulit meradang atau terinfeksi.

* Kesadaran diri: Orang-orang yang menggigit kuku mereka sering merasa sadar diri tentang penampilan tangan mereka dan mungkin mencoba menyembunyikannya.

* Masalah Gigi: Dalam beberapa kasus, menggigit kuku kronis dapat berkontribusi pada masalah gigi seperti maloklusi (misalignment gigi) atau gangguan sendi temporomandibular (TMJ).

Penting untuk diingat bahwa keparahan karakteristik ini dapat bervariasi tergantung pada individu dan tingkat kebiasaan menggigit kuku mereka.