* Struktur racun: Venom ular derik adalah campuran kompleks protein, enzim, dan racun. Komponen -komponen ini dirancang untuk disuntikkan ke dalam aliran darah untuk menyebabkan kerusakan jaringan, mengganggu pembekuan darah, dan berpotensi menyebabkan kelumpuhan atau kematian.
* Pengiriman racun: Venom paling efektif ketika disuntikkan langsung ke aliran darah melalui taring ular. Menerapkannya secara topikal (pada kulit) secara signifikan mengurangi potensinya karena protein tidak dapat secara efektif menembus penghalang kulit untuk menyebabkan efek sistemik. Namun, jika ada pemotongan atau lecet pada kulit, racun bisa memasuki aliran darah.
* Denaturasi: Proses yang terlibat dalam pembuatan cat kuku (pencampuran bahan kimia, paparan panas, dll.) Kemungkinan akan mendenaturasi (memecah) protein racun, menjadikannya sebagian besar tidak aktif.
* Toksisitas: Bahkan jika racun tetap aktif, jumlah yang dapat dimasukkan ke dalam formula cat kuku kemungkinan akan sangat kecil. Namun, bahkan sejumlah kecil racun yang memasuki tubuh melalui potongan pada jari dapat menyebabkan reaksi yang parah tergantung pada jumlah dan sensitivitas seseorang.
* Masalah Etis dan Hukum: Menggunakan racun dalam produk kosmetik akan menimbulkan kekhawatiran etis yang serius. Selain itu, penjualan dan distribusi produk yang mengandung racun kemungkinan akan sangat diatur atau dilarang di banyak yurisdiksi.
Singkatnya, walaupun secara teknis dapat dibayangkan, sangat tidak mungkin bahwa cat kuku akan mengandung racun ular ular aktif karena ketidakstabilannya, kesulitan menyampaikannya secara efektif melalui aplikasi topikal, implikasi etis, dan pembatasan hukum. Ini juga akan menimbulkan risiko kesehatan yang signifikan.