kemungkinan penyebab:
* dehidrasi: Proses aplikasi akrilik, terutama penggunaan bahan kimia yang keras seperti aseton selama pengangkatan, dapat sangat merusak kuku alami. Ini dapat menyebabkan pelat kuku menjadi rapuh dan rentan terhadap kerusakan.
* Kerusakan selama aplikasi atau penghapusan:
* over-filing: Pengajuan agresif untuk kasar permukaan kuku sebelum menerapkan akrilik menipiskan pelat kuku dan melemahkannya.
* Penghapusan Paksa: Menghambakan, mengelupas, atau mengikis akrilik menarik lapisan kuku alami bersamanya, menyebabkan delaminasi dan bintik -bintik putih.
* Teknik penghapusan yang tidak tepat: Tidak merendam akrilik cukup lama dalam aseton atau menggunakan kekuatan berlebihan selama penghapusan dapat menyebabkan kerusakan.
* onikolisis: Ini adalah pemisahan pelat kuku dari tempat tidur kuku. Ini dapat muncul sebagai perubahan warna putih, terutama di ujung kuku. Meskipun lebih umum pada infeksi jamur, trauma dari akrilik juga dapat menyebabkannya.
* granulasi keratin: Ini adalah kondisi di mana butiran kecil dan keras dari keratin terbentuk di dalam pelat kuku. Itu bisa disebabkan oleh trauma atau iritasi. Ini mungkin tampak sebagai tambalan putih kasar.
apa yang dapat Anda lakukan:
1. Hidrat dan Nutrisi:
* Melembabkan sering: Oleskan minyak kutikula (mengandung bahan seperti jojoba, almond, atau minyak alpukat) beberapa kali sehari. Ini akan membantu merehidrasi pelat kuku dan mempromosikan fleksibilitas.
* Gunakan penguatan kuku: Cari produk yang dirancang khusus untuk memperkuat dan memperbaiki kuku yang rusak. Bahan -bahan seperti keratin, kalsium, atau asam amino dapat bermanfaat.
* pakai sarung tangan: Lindungi tangan dan kuku Anda dari bahan kimia yang keras dan paparan air yang berkepanjangan dengan mengenakan sarung tangan saat mencuci piring, membersihkan, atau berkebun.
* Minum banyak air: Tetap terhidrasi secara internal juga penting untuk kuku yang sehat.
2. Perawatan Lembut:
* Hindari bahan kimia yang keras: Batasi penggunaan penghapus cat kuku Anda, dan pilih formula bebas aseton jika memungkinkan.
* File dengan lembut: Jika Anda perlu mengajukan kuku, gunakan file grit halus dan bergerak ke satu arah untuk menghindari menyebabkan kerusakan lebih lanjut.
* Kuku Pendek: Jaga agar kuku Anda dipangkas pendek untuk mencegah mereka menangkap dan pecah.
3. Kesabaran adalah kuncinya:
* Berikan waktu untuk menyembuhkan: Kuku yang rusak membutuhkan waktu untuk pulih. Butuh beberapa bulan bagi daerah yang terkena dampak untuk tumbuh sepenuhnya.
* Hindari akrilik (untuk sementara): Berikan kuku Anda istirahat dari akrilik atau peningkatan buatan lainnya untuk memungkinkan mereka sembuh dengan benar.
4. Kemungkinan Perawatan:
* Biotin: Beberapa orang menemukan bahwa mengonsumsi suplemen biotin membantu meningkatkan kekuatan dan pertumbuhan kuku. Namun, yang terbaik adalah berkonsultasi dengan dokter Anda sebelum memulai suplemen baru.
* Penguat kuku: Beberapa produk penguatan kuku mengandung bahan -bahan seperti keratin, biotin, dan kalsium, yang dapat membantu meningkatkan kekuatan dan penampilan kuku.
* Bicaralah dengan dokter atau dokter kulit: Jika tambalan putih disertai dengan gejala lain (seperti rasa sakit, pembengkakan, atau nanah), atau jika mereka tidak membaik dengan perawatan di rumah, penting untuk berkonsultasi dengan dokter atau dokter kulit. Mereka dapat mengesampingkan penyebab potensial lainnya, seperti infeksi jamur, dan merekomendasikan pengobatan yang tepat.
Pertimbangan Penting:
* Infeksi jamur: Meskipun kecil kemungkinannya jika itu hanya tambalan putih setelah akrilik, selalu baik untuk menyadari infeksi jamur. Ini juga dapat menyebabkan perubahan warna dan perubahan tekstur kuku. Jika Anda mencurigai infeksi jamur (penebalan, hancur, menguning), temui dokter.
* Kondisi medis yang mendasari: Dalam kasus yang jarang terjadi, perubahan kuku dapat menjadi tanda kondisi medis yang mendasarinya. Jika Anda memiliki masalah, konsultasikan dengan dokter Anda.
Ringkasan:
Patch putih setelah pelepasan kuku akrilik biasanya disebabkan oleh dehidrasi dan trauma pada pelat kuku. Fokus pada melembabkan dan menyehatkan kuku Anda, melindunginya dari kerusakan lebih lanjut, dan memberi mereka waktu untuk sembuh. Jika Anda memiliki masalah, konsultasikan dengan dokter atau dokter kulit.