Efek positif:
* menghaluskan permukaan kuku: Buffing menghilangkan punggung bukit, ketidaksempurnaan, dan bintik -bintik kasar di pelat kuku, menciptakan permukaan yang halus dan bahkan.
* menambahkan kilau: Gesekan yang diciptakan oleh buffing menghasilkan panas, yang membantu memoles dan mengeluarkan minyak alami di kuku, menghasilkan penampilan mengkilap dan mengkilap. Kilau ini dicapai tanpa menggunakan Polandia.
* meningkatkan penampilan kuku: Dengan menghaluskan dan menyinari kuku, buffing dapat membuatnya terlihat lebih sehat, lebih rapi, dan lebih menarik.
* mempromosikan sirkulasi: Aksi pemijatan buffing dapat merangsang aliran darah ke dasar kuku, berpotensi meningkatkan pertumbuhan kuku dan kesehatan. (Ini adalah manfaat yang kurang langsung dan agak diperdebatkan.)
* membantu adhesi cat kuku (secara tidak langsung): Permukaan kuku yang halus dapat membantu cat kuku melekat lebih baik dan bertahan lebih lama. Namun, Anda tidak boleh buff tepat sebelum mengoleskan cat kuku. Buffing menciptakan minyak yang akan mencegah polesan melekat dengan benar. Pastikan untuk mendehidrasi kuku setelah buffing sebelum aplikasi Polandia.
Efek negatif potensial:
* Meniput piring kuku: Penggosok yang berlebihan atau agresif dapat menipiskan pelat kuku, membuatnya lemah, rapuh, dan rentan terhadap kerusakan. Ini karena buffing menghilangkan lapisan keratin, protein yang membentuk kuku.
* Kerusakan kuku: Over-buffing dapat menyebabkan kerusakan pada struktur kuku, menyebabkan masalah, pemisahan, dan masalah kuku lainnya.
* Peningkatan sensitivitas: Penipisan pelat kuku dapat meningkatkan sensitivitas terhadap suhu dan tekanan.
* melemahnya kuku: Jika Anda memiliki kuku yang tipis atau lemah, buffing dapat membuatnya lebih rapuh.
* Potensi infeksi (jika alat tidak bersih): Alat buffing kotor dapat menampung bakteri atau jamur, yang dapat menyebabkan infeksi kuku.
Pertimbangan Penting:
* frekuensi: Penggosok harus dilakukan dengan hemat, biasanya tidak lebih dari sekali atau dua kali sebulan untuk menghindari penipisan pelat kuku.
* teknik: Gunakan tekanan lembut dan hindari buffing berlebihan di satu area. Gunakan buffer multi-sisi dan ikuti langkah-langkah bernomor (biasanya kasar ke halus) dengan hati-hati.
* Kondisi kuku: Jika kuku Anda sudah tipis, lemah, atau rusak, buffing mungkin bukan ide yang bagus. Fokus pada penguatan dan pengkondisian kuku Anda sebagai gantinya.
* Kualitas Alat: Gunakan alat buffing berkualitas tinggi dan ganti secara teratur untuk memastikan mereka bersih dan efektif.
* Sanitasi: Selalu sanderikan alat buffing Anda setelah setiap digunakan untuk mencegah penyebaran bakteri atau jamur.
* Aplikasi Minyak: Oleskan oli kutikula atau penguatan kuku setelah buffing dapat membantu menyehatkan dan melindungi kuku.
Ringkasan:
Buffing dapat menjadi teknik yang bermanfaat untuk meningkatkan penampilan kuku saat dilakukan dengan benar dan dalam jumlah sedang. Namun, buffing berlebihan dapat melemahkan dan merusak kuku. Sangat penting untuk memperhatikan frekuensi, teknik, dan kondisi kuku Anda untuk menghindari konsekuensi negatif. Jika Anda tidak yakin, konsultasikan dengan profesional kuku untuk bimbingan.