* Impresionis: Ini mungkin grup yang paling terkenal. Artis seperti:
* Claude Monet: Terkenal menggunakan warna pecah dan sapuan kuas pendek untuk menangkap efek sekilas cahaya dan suasana, terutama dalam lukisan serinya seperti *Water Lilies* dan *Haystacks*.
* Pierre-Auguste Renoir: Menggunakan sapuan kuas yang kecil dan cerah untuk menggambarkan sosok dan lanskap, menciptakan kesan gerakan dan cahaya.
* Camille Pissarro: Impresionis utama lainnya, Pissarro menggunakan pendekatan yang lebih sistematis dan terstruktur pada sapuan kuas kecil, sering kali menciptakan permukaan bertekstur.
* Edgar Degas: Meskipun dikenal karena penggambaran penari dan subjek lainnya, ia juga menggunakan sapuan kuas kecil pada karya pastel dan minyaknya untuk menciptakan kesan kedekatan dan gerakan.
* Berthe Morisot: Sebagai seorang Impresionis penting, Morisot menggunakan sapuan kuas yang ringan dan mengalir untuk menggambarkan pemandangan dan potret rumah tangga, sering kali menangkap momen singkat dalam kehidupan sehari-hari.
* Pasca-Impresionis: Mengikuti Impresionisme, beberapa seniman terus menggunakan sapuan kuas kecil, namun dengan tujuan dan gaya berbeda:
* Georges Seurat (Pointillisme): Mengembangkan teknik yang disebut Pointillism, di mana ia menerapkan titik-titik kecil warna berbeda yang menyatu secara optik jika dilihat dari kejauhan. *Suatu Minggu Sore di Pulau La Grande Jatte* adalah contoh utama.
* Paul Signac (Divisionisme/Neo-Impresionisme): Mirip dengan Seurat, Signac menggunakan penerapan sistematis sapuan kuas kecil dan terpisah dengan warna murni berdasarkan teori warna.
* Vincent van Gogh: Meskipun dikenal dengan sapuan kuasnya yang ekspresif dan sering kali tebal, Van Gogh juga sering menggunakan sapuan kuas yang lebih pendek dan patah-patah untuk menciptakan tekstur dan semangat dalam lukisannya.
* Artis Lainnya:
* Giovanni Boldini: Seorang pelukis potret dan genre Italia yang tinggal di Paris, Boldini dikenal karena gaya Impresionisnya dan dipengaruhi oleh Monet dan Degas.
Karakteristik utama yang menyatukan para seniman ini adalah penggunaan warna yang rusak dan penjajaran nada untuk menciptakan rasa cahaya, atmosfer, dan semangat visual. Sapuan kuas kecil memungkinkan mata pemirsa memadukan warna secara optik, menghasilkan pengalaman visual yang lebih kaya dan dinamis.