Love Beauty >> Cinta keindahan >  >> Kecantikan >> Rias Wajah >> Kosmetik

Bisakah Anda menggunakan pewarna rambut saat kemoterapi?

Apakah Anda dapat menggunakan pewarna rambut atau tidak saat menjalani kemoterapi adalah pertanyaan kompleks yang tergantung pada beberapa faktor. Sangat penting untuk membahas hal ini dengan ahli onkologi Anda atau anggota tim perawatan kanker Anda sebelum membuat keputusan apa pun. Mereka dapat menilai situasi spesifik Anda, dengan mempertimbangkan Anda:

* Jenis kemoterapi: Beberapa obat kemoterapi menyebabkan lebih banyak kerontokan rambut atau sensitivitas kulit daripada yang lain.

* jumlah darah: Kemoterapi dapat menurunkan jumlah darah, membuat Anda lebih rentan terhadap infeksi. Bahan kimia pewarna rambut berpotensi memasuki aliran darah melalui kulit kepala.

* Alergi dan Sensitivitas: Kemoterapi kadang -kadang dapat meningkatkan sensitivitas terhadap bahan kimia, membuat Anda lebih rentan terhadap reaksi alergi.

* Kesehatan keseluruhan: Status kesehatan Anda secara keseluruhan dan kondisi medis lainnya dapat mempengaruhi risiko yang terkait dengan pewarna rambut.

* Kondisi kulit kepala: Jika kulit kepala Anda kering, teriritasi, atau memiliki luka terbuka karena kemoterapi, umumnya tidak disarankan untuk menggunakan pewarna rambut.

* Rambut rontok: Jika Anda pernah mengalami kerontokan rambut yang signifikan, mungkin yang terbaik untuk menunggu sampai rambut Anda telah muncul untuk mewarnai.

Berikut gambaran umum pertimbangan:

Risiko potensial:

* iritasi kulit kepala: Kemoterapi dapat membuat kulit kepala lebih sensitif, dan bahan kimia pewarna rambut dapat menyebabkan iritasi, pembakaran, atau gatal.

* Reaksi Alergi: Risiko reaksi alergi terhadap pewarna rambut dapat meningkat selama kemoterapi.

* Infeksi: Jika kemoterapi telah menurunkan jumlah sel darah putih Anda, Anda lebih rentan terhadap infeksi, dan bahan kimia yang diserap melalui kulit kepala dapat menimbulkan risiko.

* Kerusakan rambut: Kemoterapi dapat melemahkan rambut, dan pewarna rambut dapat menyebabkan kerusakan dan kerusakan lebih lanjut.

* Penyerapan Kimia: Ada risiko teoritis menyerap bahan kimia dari pewarna melalui kulit kepala, yang berpotensi berinteraksi dengan obat kemoterapi atau menyebabkan efek samping lainnya.

* Hasil yang tidak dapat diprediksi: Kemoterapi dapat mengubah tekstur dan warna rambut, membuat hasil pewarnaan tidak dapat diprediksi.

Pedoman Umum &Alternatif yang Kemungkinan (selalu konfirmasi dengan dokter Anda):

* tunggu jika memungkinkan: Jika Anda bisa, yang terbaik adalah menunggu sampai setelah perawatan kemoterapi Anda selesai dan rambut Anda sudah mulai tumbuh kembali sebelum menggunakan pewarna rambut.

* Pilihan warna rambut sementara: Pilihan warna rambut sementara seperti lilin warna rambut atau maskara rambut diaplikasikan pada poros rambut, dan jangan menembus sebanyak pewarna rambut permanen.

* Rumus lembut: Jika Anda diberi yang baik untuk mewarnai rambut Anda, pilih pewarna bebas amonia, bebas paraben, bebas sulfat, dan bebas pewangi dengan bahan-bahan alami.

* Tes Strand: Selalu lakukan tes untai terlebih dahulu untuk memeriksa alergi dan untuk melihat bagaimana pewarna akan bereaksi dengan rambut Anda.

* hindari kontak kulit kepala: Cobalah untuk menerapkan pewarna dengan cara yang meminimalkan kontak dengan kulit kepala Anda.

* Aplikasi Profesional: Pertimbangkan memiliki stylist profesional menerapkan pewarna, karena mereka mungkin memiliki lebih banyak pengalaman bekerja dengan rambut dan kulit kepala yang sensitif.

* Batasi frekuensi: Jika Anda mencelupkan rambut Anda, lakukan jarang mungkin.

Pengingat penting:

* Konsultasikan dengan dokter Anda: Ini adalah langkah yang paling penting. Mereka tahu riwayat medis dan rencana perawatan Anda dan dapat memberikan saran yang dipersonalisasi.

* Jujurlah: Beri tahu dokter Anda tentang keinginan Anda untuk mewarnai rambut Anda dan kekhawatiran apa pun yang Anda miliki.

* memprioritaskan kesehatan: Ingatlah bahwa kesehatan Anda adalah prioritas utama selama kemoterapi. Jika ada risiko signifikan yang terkait dengan pewarna rambut, yang terbaik adalah menghindarinya.

Sebagai kesimpulan, walaupun dimungkinkan untuk mewarnai rambut Anda selama kemoterapi, itu bukan keputusan untuk dianggap enteng. Komunikasi terbuka dengan tim perawatan kanker Anda sangat penting untuk memastikan keselamatan dan kesejahteraan Anda. Mereka dapat membantu Anda menimbang risiko dan manfaat dan membuat keputusan yang tepat.