Berikut adalah rincian proses dan apa yang harus dipertimbangkan:
Cara membuat pewarna kulit jeruk:
1. Kumpulkan kulit jeruk: Simpan kulit dari jeruk. Semakin banyak yang Anda miliki, semakin dalam warna yang dapat Anda capai. Yang terbaik adalah menggunakan jeruk organik untuk menghindari bahan kimia dari pestisida. Kulit jeruk kering juga sering digunakan, tetapi kulit segar mungkin menghasilkan warna yang lebih cerah.
2. Siapkan Peel:
* Pembersihan: Bilas kulit dengan baik untuk menghilangkan kotoran atau residu.
* Memotong/Menghadirkan: Potong atau parangi kulit jeruk menjadi potongan -potongan kecil. Ini meningkatkan luas permukaan yang terpapar pada air dan membantu mengekstrak pigmen secara lebih efektif.
3. mendidih kulitnya:
* Tempatkan kulit cincang/parut di dalam panci besar dan tutupi dengan air. Gunakan air yang cukup untuk benar -benar merendam kulitnya. Rasio kulit terhadap air akan mempengaruhi konsentrasi pewarna. Rasio kulit terhadap air yang lebih tinggi umumnya akan menghasilkan pewarna yang lebih kuat.
* Bawa air ke mendidih (menggelegak lembut, bukan mendidih penuh) dan biarkan mendidih setidaknya 1-2 jam, atau bahkan lebih lama. Semakin lama Anda mendidih, semakin banyak pigmen akan diekstraksi. Aduk sesekali.
* Air akan mulai mengubah warna oranye kekuningan.
4. Saring pewarna:
* Tuang campuran dengan hati-hati melalui saringan atau saringan berlapis kain tipis untuk menghilangkan kulitnya. Cairannya adalah bak pewarna Anda.
5. Mordanting (penting untuk colorfastness):
* Apa itu? Mordan adalah zat yang membantu pewarna mengikat kain. Tanpa mordan, warnanya dari pewarna kulit jeruk kemungkinan akan dengan mudah dicuci.
* Mordan Umum:
* alum (kalium aluminium sulfat): Ini adalah mordan yang umum dan relatif aman.
* besi (ferrous sulfat): Besi dapat sedikit menggelapkan warnanya dan juga membantu dengan colourfastness. Hati -hati, karena terlalu banyak zat besi dapat melemahkan kain.
* tanin: Ditemukan dalam hal -hal seperti kulit kayu ek atau teh. Mereka membantu mengikat pewarna.
* Proses Mordanting (Metode Alum Umum):
* Larutkan mordan (mis., Tawas) dalam air panas sesuai dengan rasio yang disarankan (biasanya persentase dari berat kain Anda). Rasio umum adalah 15-20% alum berdasarkan berat kain (WOF).
* Rendam kain Anda dalam solusi mordan selama setidaknya satu jam, atau bahkan semalam. Aduk sesekali untuk memastikan bahkan misterius.
* Bilas kain secara menyeluruh dengan air dingin.
6. Mewarnai kain:
* Basahi kain mordant Anda.
* Tempatkan kain basah di bak pewarna, pastikan itu benar -benar tenggelam.
* Didihkan kain di bak pewarna setidaknya selama 1 jam, atau lebih untuk warna yang lebih dalam. Aduk sesering mungkin untuk memastikan pewarnaan.
* Periksa warnanya secara berkala. Anda dapat meninggalkan kain di bak pewarna selama beberapa jam, atau bahkan semalam, untuk warna yang lebih kaya. Matikan api dan biarkan dingin di bak pewarna.
7. Membilas dan Mencuci:
* Lepaskan kain dari bak pewarna dan bilas dengan air dingin sampai air mengalir jernih.
* Cuci kain dengan lembut dengan sabun ringan dan air dingin.
* Gantung kain agar kering dari sinar matahari langsung.
Faktor -faktor yang mempengaruhi hasil pewarna:
* Jenis kain: Serat alami seperti kapas, linen, sutra, dan wol mengambil pewarna terbaik. Kain sintetis umumnya sulit diwarnai dengan pewarna alami.
* konsentrasi pewarna: Semakin banyak kulit oranye yang Anda gunakan, semakin kuat pewarna, dan semakin dalam warna yang dapat Anda capai.
* mordant: Jenis mordan yang digunakan akan secara signifikan mempengaruhi warna dan colorfastness dari pewarna.
* waktu mendidih: Waktu mendidih lebih lama baik untuk mengekstraksi pewarna dari kulit dan untuk mewarnai kain akan menghasilkan warna yang lebih dalam.
* ph dari pewarna pewarna: Menambahkan sedikit cuka (asam asetat) ke dalam bak pewarna terkadang dapat membantu mengatur warna.
Warna tercapai:
* Pewarna kulit jeruk biasanya menghasilkan nuansa kuning, oranye, dan cokelat, tergantung pada faktor -faktor yang disebutkan di atas. Warna yang tepat bisa sangat bervariasi.
Batasan:
* Colorfastness: Pewarna alami umumnya tidak secukupnya warna pewarna sintetis. Warnanya mungkin memudar dari waktu ke waktu dengan mencuci dan paparan sinar matahari. Mordanting sangat penting untuk meningkatkan daya tarik warna.
* Variabilitas: Warna yang Anda dapatkan dari pewarna alami dapat bervariasi tergantung pada jeruk spesifik yang digunakan, kualitas air, dan faktor lainnya.
* Sensitivitas Cahaya: Pewarna alami sering lebih sensitif terhadap sinar dan sinar UV daripada pewarna sintetis.
Tips:
* Simpan catatan proses Anda, termasuk jumlah kulit jeruk yang digunakan, jenis mordan, dan waktu pewarnaan. Ini akan membantu Anda mereplikasi hasil Anda di masa depan.
* Bereksperimen dengan kain yang berbeda, mordan, dan waktu pencelupan untuk melihat hasil apa yang dapat Anda capai.
* Pertimbangkan overdyeing. Jika Anda tidak senang dengan warna awal, Anda dapat mencoba mewarnai kain lagi.
Sebagai kesimpulan, ya, kulit jeruk dapat digunakan untuk membuat pewarna. Ini adalah cara yang menyenangkan dan ramah lingkungan untuk menambah warna alami pada kain, meskipun membutuhkan kesabaran dan perhatian yang cermat terhadap proses tersebut. Hasilnya bisa indah dan unik!