* Pigmen Thermochromic: Lipstik mengandung pigmen khusus yang sensitif terhadap suhu. Pigmen ini adalah molekul yang mengubah strukturnya (dan karena itu warnanya) berdasarkan panas.
* Suhu Tubuh: Saat diaplikasikan pada bibir, lipstik bereaksi terhadap suhu tubuh pemakainya. Bibir umumnya merupakan indikator suhu tubuh permukaan yang baik karena kedekatan pembuluh darah yang erat.
* Perubahan Warna: Saat suhu bibir berubah, pigmen termokromik pada lipstik mengalami reaksi kimia. Reaksi ini mengubah cara pigmen menyerap dan memantulkan cahaya, menyebabkannya menggeser warna.
* rentang warna: Kisaran warna lipstik suasana hati yang khas adalah dari nuansa yang lebih terang ketika tubuh lebih dingin hingga lebih gelap atau lebih intens nuansa ketika tubuh lebih hangat. Pergeseran warna umum termasuk merah muda ke merah, ungu ke biru, dan oranye ke merah.
Faktor -faktor yang mempengaruhi warna:
Penting untuk dicatat bahwa sementara lipstik suasana hati bereaksi terhadap suhu, gagasan bahwa itu mencerminkan emosi sebagian besar merupakan mitos pemasaran. Faktor -faktor yang mempengaruhi suhu bibir, dan dengan demikian warna lipstik, meliputi:
* Suhu Lingkungan: Cuaca dingin akan mendinginkan bibir, mengarah ke warna yang lebih terang. Cuaca hangat akan menghangatkan bibir, mengarah ke warna yang lebih gelap.
* Aktivitas Fisik: Olahraga meningkatkan suhu tubuh, yang dapat menggelapkan naungan lipstik.
* Hidrasi: Dehidrasi dapat mempengaruhi sirkulasi, berpotensi berdampak pada suhu bibir.
* Konsumsi minuman panas atau dingin: Ini untuk sementara waktu akan mengubah suhu bibir.
* Kimia Tubuh Individu: Laju metabolisme dan sirkulasi berbeda dari orang ke orang, yang mengarah ke sedikit variasi warna.
Ringkasan:
Mood Lipstik berubah warna karena pigmen termokromik yang bereaksi terhadap suhu. Variasi warna terutama ditentukan oleh suhu tubuh dan faktor eksternal daripada emosi. Meskipun bisa menjadi barang kosmetik yang menyenangkan, korelasinya dengan suasana hati sebagian besar merupakan taktik pemasaran.