Alasan Keuangan:
* margin profitabilitas: Bahkan jika suatu produk populer, margin keuntungannya mungkin rendah dibandingkan dengan produk lain dalam portofolio. Faktor -faktor seperti biaya bahan baku, biaya produksi, pengemasan, biaya pemasaran, dan biaya distribusi semuanya dapat memengaruhi profitabilitas. Perusahaan mungkin memutuskan untuk fokus pada produk dengan margin laba yang lebih tinggi.
* Optimalisasi Portofolio: Merek -merek seperti Fendi (dimiliki oleh LVMH) sering kali memiliki portofolio produk yang beragam. Mereka mungkin memutuskan untuk menghentikan garis untuk merampingkan penawaran mereka dan fokus pada bidang -bidang dengan potensi pertumbuhan yang lebih besar atau penyelarasan strategis dengan citra merek mereka.
* Alokasi Sumber Daya: Perusahaan memiliki sumber daya yang terbatas (keuangan, manusia, pemasaran). Menghentikan produk membebaskan sumber daya tersebut untuk berinvestasi dalam mengembangkan produk baru, memperluas ke pasar baru, atau meningkatkan lini produk yang ada.
* Masalah kontrak: Perjanjian lisensi untuk menghasilkan parfum mungkin telah kedaluwarsa, dan baik Fendi atau mitra manufaktur memutuskan untuk tidak memperbarui perjanjian.
* Sumber Bahan: Ketersediaan atau fluktuasi biaya bahan -bahan utama dapat membuat parfum tidak menguntungkan atau sulit diproduksi secara konsisten. Bahan langka atau terbatas mungkin menjadi tidak mungkin untuk sumber.
alasan terkait merek:
* Reposisi merek: Fendi mungkin menjalani strategi reposisi merek, yang bertujuan untuk citra yang lebih eksklusif atau kelas atas. Garis parfum tertentu mungkin tidak selaras dengan arah merek baru.
* Kekhawatiran gambar: Jika gambar parfum dianggap sudah ketinggalan zaman atau tidak sejalan dengan tren saat ini, merek mungkin menghentikannya untuk melindungi keseluruhan citra.
* Saturasi Pasar: Pasar wewangian sangat kompetitif. Bahkan parfum yang populer mungkin menghadapi persaingan yang meningkat dan menurunnya penjualan, membuatnya kurang menarik dalam jangka panjang.
* Fokus Produk Baru: Sebuah perusahaan mungkin menghentikan produk yang lebih lama untuk memberi ruang bagi peluncuran wewangian baru, yang bertujuan untuk menangkap segmen pasar yang berbeda atau memanfaatkan tren baru.
* Eksklusivitas/Strategi Edisi Terbatas: Terkadang, menghentikan produk populer dapat menciptakan rasa eksklusivitas dan meningkatkan permintaan untuk produk yang tersisa atau edisi terbatas di masa depan.
Alasan terkait pasar:
* Mengubah Preferensi Konsumen: Rasa dan preferensi konsumen berkembang seiring waktu. Wewangian yang dulunya populer mungkin tidak disukai saat tren baru muncul.
* Penurunan penjualan: Bahkan jika suatu produk masih agak populer, penjualan mungkin menurun dari waktu ke waktu, membuatnya kurang layak dalam jangka panjang.
* Tantangan Distribusi: Kesulitan dalam mengamankan saluran distribusi atau mempertahankan ruang rak di toko ritel dapat membuat produk kurang dapat diakses oleh konsumen.
Alasan lain:
* Masalah peraturan: Perubahan peraturan tentang bahan atau persyaratan pelabelan dapat menyulitkan atau mahal untuk terus menghasilkan parfum.
* Masalah manufaktur: Masalah produksi, seperti masalah kontrol kualitas atau gangguan rantai pasokan, dapat menyebabkan keputusan untuk menghentikan produk.
Singkatnya, menghentikan produk populer seperti parfum Fendi adalah keputusan kompleks yang melibatkan evaluasi yang cermat terhadap faktor keuangan, strategi merek, kondisi pasar, dan pertimbangan lainnya. Meskipun mungkin mengecewakan pelanggan yang loyal, tujuan utama perusahaan adalah untuk memaksimalkan profitabilitas jangka panjang dan mempertahankan citra merek yang kuat.