Love Beauty >> Cinta keindahan >  >> FAQ >> Mode >> Koleksi Perhiasan Kostum >> Perhiasan Kostum

Apa yang dipakai gadis -gadis di tahun 1935?

Pada tahun 1935, mode anak perempuan dipengaruhi oleh tren yang lebih luas pada dekade ini, yang ditandai oleh Depresi Hebat dan langkah menuju pakaian yang lebih praktis dan terjangkau. Berikut ini rincian apa yang biasanya dikenakan gadis -gadis itu pada tahun 1935:

Siluet Umum:

* Hemline yang lebih panjang: Rok dan gaun umumnya jatuh di bawah lutut, seringkali pertengahan betis. Hemline yang lebih pendek dari era flapper sudah lama hilang.

* Penekanan pada pinggang: Meskipun tidak terlalu erat seperti era kemudian, garis pinggang didefinisikan. Sabuk atau badan yang dipasang adalah umum.

* Garis lembut dan mengalir: Sementara penampilan yang disesuaikan masih ada, ada langkah menuju bentuk yang lebih lembut dan lebih feminin.

Item Pakaian Khusus:

* Gaun: Gaun adalah pokok.

* gaya: Gaya populer termasuk gaun shirtwaist (korset kancing), gaun dengan rok berkumpul atau lipit, dan gaun dengan kerah Peter Pan.

* Kain: Kapas adalah umum untuk pakaian sehari -hari, terutama di bulan -bulan yang lebih hangat. Wol dan rayon digunakan untuk cuaca yang lebih dingin.

* Cetakan: Cetakan bunga, titik -titik polka, dan pola geometris semuanya populer.

* rok dan blus: Pisah semakin umum, memungkinkan lebih banyak keserbagunaan.

* rok: Rok sering kali a-line atau sedikit berkobar.

* Blus: Blus bisa berupa kemeja kancing sederhana atau lebih rumit dengan ruffles, busur, atau bordir.

* sweater: Cardigan dan pullover sangat penting untuk pelapisan.

* Coats: Untuk cuaca yang lebih dingin, gadis -gadis mengenakan mantel wol, sering dalam warna yang lebih gelap seperti Angkatan Laut atau Coklat.

* Mainkan pakaian: Untuk waktu bermain, gadis -gadis mengenakan pakaian yang lebih sederhana dan lebih tahan lama seperti celana pendek, rompers, atau overall.

Aksesori:

* topi: Topi masih merupakan aksesori umum, meskipun lebih kecil dan lebih ramping daripada pada dekade sebelumnya. Baret, topi kecil, dan topi Cloche populer.

* sepatu:

* Mary Janes: Mary Janes klasik adalah bahan pokok.

* sepatu pelana: Menjadi lebih populer, terutama untuk gadis yang lebih tua.

* Oxfords: Praktis dan kokoh untuk pakaian sehari -hari.

* kaus kaki/stoking: Kaus kaki sering dikenakan dengan Mary Janes, sementara stoking lebih umum untuk acara -acara yang lebih cantik.

* Sarung Tangan: Sarung tangan dipakai terutama saat berdandan.

* tas tangan: Dompet atau tas kecil dibawa, terutama oleh gadis yang lebih tua.

* Aksesori Rambut: Pita, busur, dan ikat kepala digunakan untuk menata rambut.

Faktor lain:

* Kelas Sosial: Pakaian bervariasi berdasarkan kelas sosial. Keluarga yang lebih kaya mampu membeli kain yang lebih mahal dan pakaian yang disesuaikan.

* Usia: Gadis -gadis yang lebih muda mengenakan gaya yang lebih sederhana daripada gadis yang lebih tua, yang pakaiannya akan mencerminkan mode wanita dewasa lebih dekat.

* Kepraktisan: Depresi memengaruhi mode, menekankan kepraktisan, daya tahan, dan keterjangkauan. Pakaian banyak gadis buatan sendiri atau diturunkan dari kakak.

Singkatnya, anak perempuan pada tahun 1935 mengenakan pakaian yang mencerminkan keseimbangan kepraktisan, keterjangkauan, dan gaya feminin yang muncul. Pikirkan hemline yang lebih panjang, pinggang yang ditentukan, dan berbagai gaun, rok, dan blus, diakses dengan topi, sepatu, dan sarung tangan.

Perhiasan Kostum
  • --hotCinta keindahan