* Formasi Berbeda: Shampo dirancang untuk rambut, yang sangat berbeda dengan kain. Diformulasikan untuk menghilangkan minyak dan kotoran dari rambut sekaligus cukup lembut untuk kulit kepala. Deterjen laundry diformulasikan untuk menghilangkan noda, kotoran, dan bau pada kain.
* Potensi Residu: Sampo mungkin meninggalkan residu pada pakaian, apalagi jika tidak dibilas hingga bersih. Residu ini dapat menarik kotoran dan membuat pakaian terasa kaku atau lengket.
* Kekurangan Enzim: Deterjen cucian sering kali mengandung enzim yang mampu menghancurkan jenis noda tertentu (seperti makanan atau rumput). Sampo tidak mengandung enzim ini sehingga tidak efektif menghilangkan noda.
* Aroma: Aroma sampo mungkin tidak sedap atau bertahan lama pada pakaian.
* Biaya: Sampo seringkali lebih mahal daripada deterjen untuk sekali pakai.
Kapan sebaiknya menggunakan sampo pada pakaian:
* Bahan halus untuk dicuci dengan tangan: Jika Anda mencuci barang-barang halus dengan tangan seperti pakaian dalam atau sutra, sedikit sampo lembut (terutama sampo bayi) dapat digunakan sebagai pengganti jika Anda kehabisan deterjen lembut. Bilas hingga bersih.
* Perjalanan darurat: Jika Anda sedang bepergian dan kehabisan deterjen, sampo dapat digunakan untuk mencuci beberapa barang di wastafel.
Ringkasannya: Gunakan deterjen untuk mencuci pakaian bila memungkinkan. Sampo adalah pengganti sementara untuk situasi tertentu, namun bukan pengganti biasa yang cocok.