* penyerapan terbatas: Pewarna rambut diaplikasikan pada poros rambut, dan sangat sedikit yang diserap ke dalam aliran darah. Kulit kepala bertindak sebagai penghalang.
* Paparan Kimia: Jumlah bahan kimia yang mungkin terpapar oleh janin melalui pewarna rambut dianggap sangat kecil.
* Konsensus ahli: Organisasi seperti American College of Obstetricians dan Gynecologists (ACOG) umumnya menyatakan bahwa kemungkinan aman untuk mewarnai rambut Anda selama kehamilan, terutama setelah trimester pertama ketika organ utama bayi sedang berkembang.
Namun, untuk meminimalkan potensi risiko, Anda dapat mengambil tindakan pencegahan ini:
* tunggu sampai setelah trimester pertama: Ini adalah periode paling sensitif untuk pengembangan janin.
* memilih pewarna berbasis semi-permanen atau sayuran: Ini mengandung lebih sedikit bahan kimia keras daripada pewarna permanen.
* Pilih Sorotan atau Lowlight: Teknik -teknik ini melibatkan lebih sedikit kontak pewarna dengan kulit kepala.
* pewarna di area yang berventilasi baik: Ini mengurangi inhalasi asap.
* pakai sarung tangan: Untuk meminimalkan kontak kulit dengan pewarna.
* biarkan pewarna untuk waktu minimum yang diperlukan: Ikuti instruksi produk dengan cermat.
* Lakukan tes tambalan: Untuk memeriksa reaksi alergi.
Catatan Penting:
* Konsultasikan dengan dokter Anda: Itu selalu merupakan ide yang baik untuk membahas kekhawatiran tentang pewarna rambut dengan penyedia layanan kesehatan Anda. Mereka dapat memberikan saran yang dipersonalisasi berdasarkan keadaan pribadi Anda.
* spesifik blue splat: Itu selalu merupakan ide yang baik untuk memeriksa daftar bahan pewarna rambut biru, atau pewarna rambut apa pun. Pastikan untuk menghindari bahan apa pun yang diketahui berbahaya selama kehamilan, seperti formaldehida. Jika Anda tidak yakin tentang bahan, tanyakan kepada dokter Anda.
Sebagai kesimpulan, sementara risikonya dianggap rendah, mengambil tindakan pencegahan saat mewarnai rambut Anda selama kehamilan selalu bijaksana. Bicaralah dengan dokter Anda jika Anda memiliki masalah.