* Perubahan Hormonal: Kehamilan menyebabkan fluktuasi hormonal yang signifikan, terutama pada estrogen dan progesteron. Hormon -hormon ini dapat mempengaruhi produksi minyak alami kulit, yang menyebabkan kekeringan.
* Peningkatan volume darah: Selama kehamilan, volume darah Anda meningkat untuk mendukung bayi yang sedang tumbuh. Ini bisa menarik kelembaban dari kulit, membuatnya merasa kering.
* Kekurangan Nutrisi: Bayi yang sedang tumbuh membutuhkan banyak nutrisi, dan jika diet Anda tidak cukup, kulit Anda mungkin menderita. Kekurangan pada asam lemak esensial, vitamin, atau mineral dapat berkontribusi pada kulit kering.
* mual di pagi hari: Muntah yang sering terjadi karena mual di pagi hari dapat menyebabkan dehidrasi, yang dapat mengeringkan kulit.
* Peregangan kulit: Saat perut Anda tumbuh, kulit membentang, yang dapat mengganggu fungsi penghalang kulit dan menyebabkan kehilangan kelembaban.
* Kondisi kulit yang mendasari: Kehamilan kadang -kadang dapat memperburuk kondisi kulit yang ada seperti eksim atau psoriasis, yang menyebabkan peningkatan kekeringan dan iritasi.
* Faktor Lingkungan: Paparan udara kering, cuaca dingin, atau sabun yang keras juga dapat berkontribusi pada kulit kering selama kehamilan.