* iritasi dan kekeringan: Garam dan cuka keras dan dapat mengiritasi kulit, menyebabkan kemerahan, kekeringan, dan mengelupas. Ini terutama berlaku untuk mereka yang memiliki kulit sensitif.
* Gangguan penghalang kulit: Cuka, menjadi asam, dapat mengganggu keseimbangan pH alami kulit dan merusak penghalang pelindung. Garam juga bisa menarik kelembaban dari kulit, yang menyebabkan dehidrasi. Penghalang kulit yang dikompromikan membuat kulit Anda lebih rentan terhadap iritasi, infeksi, dan jerawat.
* Potensi Burns: Cuka pekat (terutama cuka sari apel, yang sering disarankan) dapat menyebabkan luka bakar kimia.
* Acne yang memburuk: Mengiritasi kulit sebenarnya dapat memperburuk jerawat dengan memicu peradangan dan berpotensi menyebabkan lebih banyak berjerawat.
Alternatif yang aman dan efektif:
Alih -alih garam dan cuka, cobalah perawatan jerawat yang terbukti ini:
* Produk over-the-counter: Cari produk yang mengandung benzoil peroksida, asam salisilat, atau adapalena.
* Obat Resep: Jika opsi over-the-counter tidak berfungsi, lihat dokter kulit untuk perawatan kekuatan resep.
* perawatan kulit lembut: Gunakan pembersih ringan, pelembab, dan tabir surya. Hindari scrub yang keras dan memetik jerawat.
Singkatnya, menggunakan garam dan cuka pada jerawat tidak dianjurkan. Ini dapat mengiritasi dan merusak kulit, yang berpotensi memburuk jerawat. Tetap berpegang pada perawatan berbasis bukti dan berkonsultasi dengan dokter kulit untuk nasihat yang dipersonalisasi.