Inilah gangguan:
* Teori: Para pendukung percaya bahwa makanan dan limbah yang tidak tercerna di usus besar dapat menyebabkan penumpukan "racun" yang kemudian dilepaskan ke dalam aliran darah. Racun ini dianggap memicu peradangan dan masalah kulit seperti jerawat.
* kurangnya bukti ilmiah: Ada sedikit penelitian untuk mengkonfirmasi bahwa jerawat secara langsung disebabkan oleh racun di usus besar. Jerawat terutama disebabkan oleh:
* produksi sebum (minyak) berlebih: Hormon, genetika, dan faktor lainnya dapat meningkatkan produksi minyak.
* Folikel rambut yang tersumbat: Sebum, sel kulit mati, dan kadang -kadang bakteri dapat menghalangi pori -pori.
* bakteri (propionibacterium acnes - P. acnes): Bakteri ini tumbuh subur di pori -pori yang tersumbat dan berkontribusi pada peradangan.
* Peradangan: Respon kekebalan tubuh terhadap pori -pori dan bakteri yang tersumbat menyebabkan kemerahan dan pembengkakan.
* Risiko potensial pembersih usus besar: Colon Cleansers dapat memiliki beberapa efek samping potensial:
* dehidrasi: Beberapa pembersih dapat menyebabkan diare dan menyebabkan dehidrasi.
* ketidakseimbangan elektrolit: Ini dapat mempengaruhi fungsi jantung dan otot.
* Perforasi usus: Risiko yang jarang tetapi serius.
* Infeksi: Jika tidak dilakukan dengan benar.
* Gangguan flora usus: Pembersih usus besar dapat mengganggu keseimbangan bakteri menguntungkan di usus.
* Ketergantungan: Penggunaan berlebihan dapat menyebabkan ketergantungan pada pencahar.
* Alternatif yang lebih baik untuk perawatan jerawat: Perawatan jerawat yang efektif meliputi:
* Obat topikal: Retinoid, benzoil peroksida, asam salisilat, dan antibiotik.
* Obat oral: Antibiotik, kontrol kelahiran hormonal (untuk wanita), dan isotretinoin (Accutane).
* Perubahan Gaya Hidup: Diet sehat, olahraga teratur, perawatan kulit yang tepat, dan manajemen stres.
Sebagai kesimpulan, sementara gagasan pembersihan usus besar untuk jerawat mungkin tampak menarik, tidak ada cukup bukti ilmiah untuk mendukung efektivitasnya. Pembersih usus besar juga dapat memiliki risiko potensial. Yang terbaik adalah fokus pada perawatan jerawat berbasis bukti dan berkonsultasi dengan dokter kulit untuk nasihat yang dipersonalisasi.
Penafian: Informasi ini hanya untuk pengetahuan umum dan tujuan informasi, dan bukan merupakan nasihat medis. Sangat penting untuk berkonsultasi dengan profesional kesehatan yang memenuhi syarat untuk masalah kesehatan atau sebelum membuat keputusan terkait kesehatan atau perawatan Anda.