Komponen inti:
* pewarna/pewarna: Ini adalah pigmen yang menyimpan warna ke rambut. Mereka bisa:
* pewarna permanen: Biasanya termasuk prekursor pewarna (seperti p-phenylenediamine, toluene-2,5-diamine sulfat) yang bereaksi dengan pengembang untuk membentuk molekul warna permanen yang besar di dalam poros rambut.
* pewarna setengah permanen: Sering menggunakan kombinasi pewarna langsung (molekul yang sudah berwarna yang deposit pada permukaan rambut) dan prekursor pewarna tingkat rendah.
* pewarna semi-permanen: Terutama gunakan pewarna langsung.
* pengembang (hidrogen peroksida): Digunakan dalam warna permanen dan permanen. Pengembang mengoksidasi pigmen rambut alami dan memungkinkan prekursor pewarna untuk membentuk molekul warna permanen. Volume pengembang menentukan tingkat lift (pencahayaan) yang dicapai.
* Agen alkali (amonia atau pengganti amonia): Digunakan dalam warna permanen untuk membuka kutikula rambut, memungkinkan pewarna dan pengembang menembus. Beberapa warna bebas amonia menggunakan alternatif seperti MEA (monoethanolamine).
* Soupler: Digunakan dalam warna permanen untuk membuat rentang nuansa yang lebih luas dan mengontrol hasil warna. Mereka bereaksi dengan prekursor pewarna selama proses oksidasi.
* penyesuaian pH: Bahan -bahan seperti asam sitrat atau natrium hidroksida membantu mempertahankan pH yang benar untuk reaksi warna.
* Agen pengkondisian: Bahan -bahan yang bertujuan melindungi dan melembabkan rambut selama dan setelah pewarnaan. Ini bisa termasuk:
* Minyak: Seperti minyak argan, minyak bunga matahari, atau minyak kelapa.
* Butters: Seperti shea butter.
* Humektan: Seperti gliserin, yang menarik kelembaban ke rambut.
* silikon: Bantuan untuk menghaluskan rambut dan tambahkan kilau (meskipun beberapa orang lebih suka menghindarinya).
* Protein: Seperti protein gandum terhidrolisis atau keratin, yang dapat memperkuat rambut.
* Pengemulsi: Bantuan untuk memadukan bahan berbasis minyak dan berbasis air bersama-sama dalam formula yang stabil.
* pelarut: Seperti air atau alkohol, digunakan untuk melarutkan dan membawa bahan -bahan lainnya.
* pengubah penebalan/viskositas: Membantu memberi produk konsistensi yang diinginkan.
* penstabil: Membantu mencegah formula merendahkan dari waktu ke waktu.
* wewangian: Untuk memberikan aroma yang menyenangkan.
* Agen pengkhianatan: Bantu untuk menetralkan mineral di dalam air, yang dapat mengganggu proses warna.
* Antioksidan: Seperti vitamin E, untuk melindungi warna dari fading karena oksidasi.
Bahan khusus yang harus dicari:
Untuk mendapatkan daftar bahan yang tepat, Anda harus berkonsultasi dengan kemasan atau situs web pabrikan untuk produk warna Paul Mitchell spesifik yang Anda minati. Bahan -bahan biasanya terdaftar dalam urutan konsentrasi yang menurun.
di mana menemukan informasinya:
* Kemasan Produk: Sumber yang paling dapat diandalkan. Cari daftar bahan yang dicetak di kotak atau tabung.
* Situs web Paul Mitchell: Arahkan ke halaman produk tertentu di situs web mereka. Seringkali, daftar bahan lengkap disediakan.
* Profesional Salon: Jika rambut Anda diwarnai di salon, mintalah penata gaya Anda untuk daftar bahan yang digunakan.
* SDS (Lembar Data Keselamatan): Ini tersedia untuk produk profesional dan berisi informasi terperinci tentang komposisi kimia dan keamanan produk.
Pertimbangan Penting:
* Alergi: Selalu periksa daftar bahan dengan hati -hati jika Anda memiliki alergi atau sensitivitas yang diketahui. Lakukan tes tambalan sebelum menerapkan warna rambut baru ke seluruh kepala Anda.
* Formulasi berubah: Produsen terkadang mengubah formula mereka, jadi selalu merupakan ide yang baik untuk memeriksa ulang daftar bahan, bahkan jika Anda pernah menggunakan produk sebelumnya.
* Penggunaan Profesional: Banyak produk warna rambut Paul Mitchell dimaksudkan hanya untuk penggunaan profesional dan harus diterapkan oleh ahli tatagi berlisensi.
Dengan memeriksa label produk atau situs web pabrikan, Anda bisa mendapatkan daftar bahan yang paling akurat dan terkini untuk produk warna rambut Paul Mitchell tertentu.