Love Beauty >> Cinta keindahan >  >> Kesehatan dan Kebugaran >> Bahan dan Kegunaan

Apa yang membuat wadah dan deodoran?

Oke, mari kita hancurkan apa yang membuat wadah dan deodoran:

Kontainer

Wadah sangat beragam, karena melayani sejumlah besar tujuan. Apa yang membuat wadah "baik" sepenuhnya tergantung pada apa yang dimaksudkan untuk dikandung. Namun, beberapa prinsip umum berlaku:

* Bahan:

* Plastik: Ringan, tahan lama, serbaguna (dapat dibentuk menjadi hampir semua bentuk), relatif murah. Berbagai jenis plastik menawarkan berbagai sifat (mis., HDPE untuk resistensi kimia, PET untuk kejelasan).

* kaca: Inert (tidak bereaksi dengan sebagian besar konten), kedap air (mencegah kebocoran dan kontaminasi), dapat didaur ulang, sering dianggap lebih "premi." Bisa rapuh.

* logam (aluminium, baja): Kuat, tahan lama, dapat didaur ulang, dapat memberikan penghalang terhadap cahaya dan oksigen (penting untuk pelestarian makanan). Dapat rentan terhadap korosi di beberapa lingkungan.

* Kardus/Kertas: Ringan, terbarukan, terbiodegradable (dalam kondisi tertentu), sering digunakan untuk barang kering.

* Bahan Komposit: Kombinasi bahan (mis., Karton berlapis plastik) untuk memberikan sifat tertentu.

* Desain/Konstruksi:

* Bentuk dan ukuran: Ditentukan oleh volume konten dan penggunaan yang dimaksudkan.

* Mekanisme Penutupan: Tutup kedap udara, tutup sekrup-top, penutupan snap-on, nozel mengeluarkan, dll. Penutupan harus efektif untuk mencegah kebocoran dan kontaminasi.

* Kekuatan dan Daya Daya: Harus dapat menahan penanganan, transportasi, dan penyimpanan tanpa merusak atau mendeformasi.

* Stackability: Penting untuk penyimpanan dan transportasi yang efisien.

* ergonomi: Mudah untuk digenggam, tuangkan dari, atau digunakan.

* fungsionalitas:

* Perlindungan: Melindungi isinya dari kerusakan, kontaminasi, kelembaban, cahaya, oksigen, dll.

* Pelestarian: Memperluas umur simpan konten yang mudah rusak.

* Containment: Mencegah kebocoran, tumpahan, dan kekacauan.

* pengeluaran: Memfasilitasi akses mudah dan terkontrol ke konten.

* Transportasi: Memungkinkan pergerakan barang yang aman dan efisien.

* Pemasaran: Memberikan permukaan untuk branding, pelabelan, dan informasi.

* Keberlanjutan:

* Daur ulang: Terbuat dari bahan yang dapat dengan mudah didaur ulang.

* Biodegradability/Composability: Mampu terurai secara alami dalam kondisi yang sesuai (meskipun ini seringkali kurang umum untuk wadah berkinerja tinggi).

* dapat digunakan kembali: Dirancang untuk beberapa kegunaan.

* Ringan: Menggunakan bahan minimal untuk mengurangi biaya limbah dan transportasi.

Deodoran

Tujuan deodoran adalah untuk mengurangi atau menghilangkan bau tubuh. Biasanya melakukan ini melalui kombinasi pendekatan:

* Agen antimikroba:

* alkohol: Bahan umum yang membunuh bakteri penyebab bau pada kulit. Ini juga dapat memiliki efek pengeringan.

* triclosan (kurang umum sekarang): Antimikroba spektrum luas. Namun, penggunaannya telah dibatasi di beberapa daerah karena kekhawatiran tentang dampak potensial terhadap lingkungan dan pengembangan bakteri yang resistan terhadap antibiotik.

* antiseptik lainnya: Berbagai bahan kimia lain yang menghambat pertumbuhan bakteri.

* Absors/Agen Masking Bau:

* Wewangian: Parfum atau minyak esensial yang menutupi bau keringat. Cara paling umum untuk menutupi bau.

* Arang yang diaktifkan: Bahan berpori yang dapat menyerap molekul bau.

* seng ricinoleate: Garam yang menyerap molekul bau.

* Baking soda (natrium bikarbonat): Dapat menetralkan beberapa asam penyebab bau.

* penyerap (untuk basah):

* talc (kurang umum sekarang): Menyerap kelembaban. Namun, kekhawatiran tentang kontaminasi asbes telah menyebabkan penurunan penggunaannya.

* tepung jagung: Penyerap alami.

* Bubuk Arrowroot: Penyerap alami lainnya.

* tanah liat (mis., Bentonite): Dapat menyerap kelembaban dan minyak.

* Kondisioner emolien/kulit:

* gliserin: Humektan (menarik kelembaban ke kulit).

* Minyak dan mentega (mis., Shea butter, minyak kelapa): Memberikan sifat pelembab dan menenangkan.

* Aloe Vera: Menenangkan kulit yang teriritasi.

* Propelan (untuk deodoran aerosol):

* Gas cair (mis., butana, propana, isobutane): Mendorong deodoran dari kaleng. Ini mudah terbakar.

* gas terkompresi (mis., Nitrogen, karbon dioksida): Pilihan lain untuk propelan aerosol.

* aditif lainnya:

* penstabil: Mencegah bahan -bahan terpisah.

* Pengawet: Cegah pertumbuhan jamur atau bakteri dalam produk itu sendiri.

* penyesuaian pH: Pastikan produk berada pada pH yang benar untuk kompatibilitas kulit.

Perbedaan Penting:Deodoran vs Antiperspirant

Sangat penting untuk memahami perbedaannya:

* deodoran: Topeng atau menghilangkan bau.

* antiperspiran: Mengurangi produksi keringat dengan menghalangi kelenjar keringat, biasanya dengan senyawa berbasis aluminium (mis., Aluminium chlorohydrate, aluminium zirkonium tetrachlorohydrex gly).

Banyak produk dipasarkan sebagai "deodoran" tetapi juga mengandung bahan antiperspirant.

Tabel Ringkasan:

| Fitur | Wadah | Deodoran |

| -------------- | ----------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- ------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------- |

| Tujuan | Untuk menahan, melindungi, dan mengeluarkan suatu produk. | Untuk mengurangi atau menghilangkan bau tubuh. |

| Faktor kunci | Kekuatan material, mekanisme penutupan, perlindungan isi, desain untuk kegunaan, keberlanjutan (daur ulang, reusability). | Tindakan antimikroba, masking bau/penyerapan, (kadang-kadang) reduksi basah, kompatibilitas kulit (non-iritasi), aroma yang menyenangkan. |

| Bahan/Bahan Umum | Plastik, kaca, logam, kardus, kertas, bahan gabungan. | Alkohol, wewangian, antimikroba, seng ricinoleate, soda kue, bedak (kurang umum), tepung jagung, bubuk arrowroot, gliserin, minyak/mentega, lidah buaya, baling -baling (untuk aerosol). Senyawa aluminium adalah bahan aktif dalam *antiperspiran *. |

| Desain | Bentuk, ukuran, jenis penutupan, pelabelan, stackability. | Tongkat, roll-on, spray, krim, gel; Desain pengemasan (branding, mekanisme pengeluaran). |

| Pertimbangan | Kompatibilitas dengan isi, biaya, daya tahan, persyaratan transportasi, ruang penyimpanan, dampak lingkungan. | Sensitivitas kulit, efektivitas, preferensi aroma, metode aplikasi, keamanan bahan. |

Saya harap penjelasan komprehensif ini bermanfaat!

Bahan dan Kegunaan
  • --hotCinta keindahan