Love Beauty >> Cinta keindahan >  >> Kecantikan >> Tubuh dan Kulit >> Perawatan Tubuh dan Kulit

Mengapa kulit sensitif saat sakit?

Saat Anda sakit, kulit Anda bisa menjadi lebih sensitif karena berbagai alasan, semua yang berasal dari respons kekebalan tubuh dan efek penyakit itu sendiri:

1. Peradangan:

* Peradangan Sistemik: Sistem kekebalan tubuh Anda menendang ke gigi tinggi untuk melawan infeksi. Ini sering melibatkan melepaskan bahan kimia inflamasi di seluruh tubuh Anda (mis., Sitokin, histamin). Bahan kimia ini dapat mengiritasi ujung saraf di kulit, membuatnya lebih sensitif terhadap sentuhan, suhu, atau tekanan.

* Peradangan lokal: Jika penyakit melibatkan kulit secara langsung (seperti ruam virus dari cacar air atau campak), peradangan pada kulit itu sendiri tentu akan menyebabkan peningkatan sensitivitas.

2. Demam:

* vasodilatasi: Demam menyebabkan pembuluh darah di kulit melebar (melebar) melepaskan panas. Peningkatan aliran darah ke permukaan kulit dapat membuatnya terasa lebih sensitif.

* Thermoregulation: Kulit Anda memainkan peran penting dalam mengatur suhu tubuh. Saat Anda demam, kulit bekerja lebih keras untuk mendinginkan Anda. Ini dapat menyebabkan peningkatan sensitivitas dan ketidaknyamanan.

3. Stimulasi Saraf:

* sitokin dan saraf: Beberapa sitokin yang dilepaskan selama respons imun dapat secara langsung merangsang serat saraf, yang menyebabkan rasa sakit atau peningkatan sensitivitas.

* "perilaku penyakit": Respons tubuh terhadap penyakit juga dapat melibatkan perubahan dalam bagaimana sistem saraf memproses informasi sensorik, membuat Anda lebih sadar dan peka terhadap rangsangan, termasuk sentuhan.

4. Dehidrasi:

* Kekeringan kulit: Penyakit (terutama dengan demam, muntah, atau diare) dapat menyebabkan dehidrasi. Kulit dehidrasi sering lebih kering dan lebih rentan terhadap iritasi, yang dapat berkontribusi terhadap peningkatan sensitivitas.

* ketidakseimbangan elektrolit: Dehidrasi juga dapat mengganggu keseimbangan elektrolit, yang dapat mempengaruhi fungsi saraf dan berpotensi menyebabkan sensitivitas tinggi.

5. Obat -obatan:

* Efek samping: Beberapa obat yang diminum untuk mengobati penyakit (mis., Antibiotik tertentu, penghilang rasa sakit) dapat memiliki efek samping yang mempengaruhi kulit, seperti kekeringan, gatal, atau peningkatan sensitivitas terhadap sinar matahari.

6. Sistem kekebalan tubuh silang (kurang umum):

* Dalam kasus yang jarang terjadi, respons imun terhadap infeksi mungkin secara tidak sengaja menargetkan sel -sel kulit, yang mengarah ke reaksi autoimun yang menyebabkan sensitivitas kulit dan ruam.

Ringkasan:

Peningkatan sensitivitas kulit selama sakit biasanya merupakan kombinasi faktor:peradangan, demam, stimulasi saraf, dehidrasi, dan kadang -kadang efek samping obat. Ini adalah tanda bahwa tubuh Anda bekerja keras untuk melawan infeksi.

Kapan harus khawatir:

* Jika sensitivitas kulit disertai dengan ruam yang parah, sarang, pembengkakan, atau kesulitan bernapas, mencari perhatian medis segera. Ini bisa menjadi tanda -tanda reaksi alergi atau kondisi yang lebih serius.

* Jika kulit sangat menyakitkan atau sensitif terhadap titik di mana ia mengganggu kemampuan Anda untuk berfungsi, temui dokter.

* Jika Anda memiliki kekhawatiran tentang penyebab sensitivitas kulit Anda, selalu yang terbaik untuk berkonsultasi dengan profesional kesehatan untuk diagnosis dan perawatan yang tepat.