* Cantik: Umumnya digunakan untuk menggambarkan wanita atau benda feminin. Ini menekankan rahmat, keanggunan, dan estetika yang halus. Ini sering menyiratkan kelembutan, pesona, dan kualitas yang menawan.
* tampan: Umumnya digunakan untuk menggambarkan pria atau benda maskulin. Ini menekankan kekuatan, kekasaran, dan penampilan yang jelas dan mencolok. Ini sering menyiratkan kekuatan, karakter, dan kualitas yang mulia.
Inilah contohnya:
* Cantik: "Putri itu cantik, dengan rambut keemasannya yang mengalir dan mata biru yang berkilau. Senyumnya bersinar, dan kehadirannya menyalakan ruangan." (Berfokus pada fitur -fiturnya yang halus, pancaran, dan pesona keseluruhan)
* tampan: "Ksatria itu tampan, dengan tatapan rahang dan menusuknya yang kuat. Dia membawa dirinya dengan percaya diri, dan kehadirannya memerintahkan rasa hormat." (Berfokus pada fitur, kepercayaan diri, dan kehadirannya yang kuat)
Singkatnya:
* cantik membangkitkan rasa rahmat, keanggunan, dan pesona menawan, biasanya dikaitkan dengan wanita.
* tampan membangkitkan rasa kekuatan, kekasaran, dan kemuliaan, biasanya terkait dengan pria.
Meskipun ini adalah pedoman umum, bahasa berkembang, dan mungkin ada beberapa tumpang tindih atau contoh di mana Anda mungkin menggunakan "cantik" untuk menggambarkan seorang pria (meskipun kurang umum) jika Anda ingin menekankan keengganannya yang anggun atau estetika, atau "tampan" untuk menggambarkan objek yang sangat kuat atau mengesankan. Namun, menggunakannya dalam konteks tradisional mereka memastikan kejelasan dan menghindari potensi salah tafsir.