Pro:
* tidak menyakitkan: Tidak seperti waxing atau sugaring, itu tidak melibatkan menarik rambut dari akar.
* Mudah dan nyaman: Bisa dilakukan di rumah.
* relatif cepat: Biasanya hanya membutuhkan beberapa menit.
* terjangkau: Umumnya lebih murah daripada metode penghapusan rambut profesional.
* rambut yang lebih sedikit (berpotensi): Dibandingkan dengan bercukur, beberapa orang merasa mengurangi rambut yang tumbuh ke dalam.
Kontra:
* iritasi kimia: Bahan kimia dalam krim depilatory dapat mengiritasi kulit sensitif, terutama di daerah kemaluan. Ini dapat menyebabkan kemerahan, gatal, terbakar, dan bahkan luka bakar kimia.
* bau yang tidak menyenangkan: Sebagian besar krim hair removal memiliki bau yang kuat dan terkadang tidak menyenangkan.
* bukan permanen: Rambut tumbuh kembali dalam beberapa hari hingga seminggu, mirip dengan bercukur.
* Potensi reaksi alergi: Beberapa orang mungkin alergi terhadap bahan -bahan dalam krim.
* Hasil yang tidak merata: Terkadang, krim tidak menghilangkan semua rambut, yang mengarah ke hasil yang tidak merata.
Tindakan pencegahan penting untuk diambil:
* Pilih produk yang tepat:
* Cari krim yang diformulasikan khusus untuk kulit sensitif atau area bikini. Ini cenderung lebih ringan.
* Hindari krim yang dirancang untuk rambut kasar di kaki atau ketiak, karena mungkin terlalu keras untuk area kemaluan.
* Tes patch: Ini sangat penting! Oleskan sejumlah kecil krim ke area kecil kulit Anda (mis., Paha atau lengan bawah) 24-48 jam sebelum menggunakannya di area kemaluan Anda. Periksa tanda -tanda iritasi, kemerahan, gatal, atau pembakaran. Jika Anda mengalami semua ini, jangan gunakan produk.
* Ikuti instruksi dengan cermat: Baca dan ikuti instruksi pabrik dengan tepat. Jangan biarkan krim lebih lama dari waktu yang disarankan.
* Aplikasi:
* Oleskan lapisan krim yang tebal dan bahkan untuk menutupi rambut yang ingin Anda lepaskan.
* Hindari mendapatkan krim di dalam vagina, uretra, atau anus.
* Gunakan tangan bersarung atau aplikator yang disediakan untuk mengoleskan krim.
* Bilas secara menyeluruh: Setelah waktu yang disarankan, bilas area tersebut secara menyeluruh dengan air hangat. Jangan gunakan sabun atau pembersih yang keras segera setelah itu.
* melembabkan: Oleskan pelembab yang lembut dan bebas wewangian ke area tersebut setelah dibilas untuk menenangkan kulit.
* Hindari paparan sinar matahari: Hindari paparan sinar matahari atau penyamakan selama setidaknya 24 jam setelah menggunakan krim penghilangan rambut.
* Jangan gunakan pada kulit yang rusak atau teriritasi: Jangan pernah menggunakan krim hair removal pada kulit yang sudah teriritasi, terbakar sinar matahari, potong, atau memiliki ruam.
* Hindari penggunaan berlebihan: Jangan gunakan krim penghilangan rambut terlalu sering, karena ini dapat meningkatkan risiko iritasi. Izinkan beberapa hari antar aplikasi.
* Jika Anda mengalami reaksi: Jika Anda mengalami iritasi yang parah, membakar, bengkak, atau terik, berhenti menggunakan produk segera dan berkonsultasi dengan dokter.
Alternatif:
Pertimbangkan metode hair removal lainnya untuk area kemaluan, seperti:
* mencukur: Paling mahal, tetapi dapat menyebabkan rambut yang tumbuh ke dalam dan iritasi.
* Waxing/Sugaring: Hasil yang lebih tahan lama, tetapi bisa menyakitkan.
* Penghapusan Rambut Laser/Elektrolisis: Pilihan yang lebih permanen, tetapi lebih mahal.
* Pemangkasan: Menggunakan gunting atau pemangkas listrik untuk mempersingkat rambut tanpa melepasnya sepenuhnya.
Singkatnya, krim penghilangan rambut * dapat * digunakan untuk rambut kemaluan, tetapi penting untuk melanjutkan dengan hati -hati, memilih produk yang tepat, melakukan tes patch, dan ikuti instruksi dengan cermat. Jika Anda memiliki kulit sensitif atau rentan terhadap iritasi, pertimbangkan metode penghilangan rambut alternatif.