* Level pH: Shampo diformulasikan untuk memiliki tingkat pH yang dekat dengan pH alami kulit kepala dan rambut Anda (sekitar 4,5 hingga 5,5). PH asam ini membantu menjaga kutikula rambut tertutup, membuat rambut terlihat halus dan mengkilap. Sabun, di sisi lain, biasanya memiliki pH yang jauh lebih tinggi (seringkali 9 atau 10), membuatnya menjadi basa.
* Reaksi dengan air keras: Sabun bereaksi dengan mineral dalam air keras (seperti kalsium dan magnesium) untuk membentuk sabun. Sampah ini dapat meninggalkan residu yang kusam dan lengket di rambut Anda yang sulit dibilas dan dapat membuat rambut Anda terasa berat dan tak bernyawa. Shampo diformulasikan untuk bekerja secara efektif bahkan di air keras dan cenderung meninggalkan residu.
* Formulasi Bahan: Shampo dirancang khusus dengan bahan -bahan yang menargetkan kesehatan rambut dan kulit kepala. Mereka sering memasukkan surfaktan (agen pembersih) yang cukup lembut untuk rambut, serta agen pengkondisian, pelembab, dan kadang -kadang bahan untuk mengatasi masalah spesifik seperti ketombe atau perlindungan warna. Sabun terutama dirancang untuk membersihkan kulit dan tidak memiliki bahan -bahan khusus ini.
* Penghapusan Minyak dan Residu: Shampo dirancang untuk secara efektif menghilangkan kelebihan minyak dan penumpukan dari kulit kepala dan rambut tanpa menghilangkan terlalu banyak minyak alami yang menjaga rambut Anda tetap sehat. Sabun bisa terlalu keras, menanggalkan terlalu banyak minyak dan membuat rambut Anda kering dan rapuh.
Singkatnya, sementara sabun secara teknis dapat membersihkan rambut Anda, itu bukan pilihan terbaik karena dapat mengganggu keseimbangan pH, menyebabkan residu penumpukan, dan menghilangkan terlalu banyak minyak alami rambut Anda, yang pada akhirnya menyebabkan rambut kusam, rusak, dan tidak terkendali. Shampo secara khusus diformulasikan untuk membersihkan dan mengondisikan rambut dengan lembut, membiarkannya bersih, sehat, dan dapat dikelola.