i. Kebersihan Pribadi
* Kebersihan Tangan:
* sering cuci tangan: Cuci tangan sepenuhnya dengan sabun dan air selama setidaknya 20 detik:
* Sebelum dan sesudah setiap layanan klien.
* Setelah menyentuh wajah, rambut, atau pakaian Anda.
* Setelah menggunakan kamar kecil.
* Setelah makan, minum, atau merokok.
* Setelah menangani uang.
* Setiap kali tangan tampak kotor.
* Pembersih Tangan: Gunakan pembersih tangan berbasis alkohol (setidaknya 60% alkohol) ketika sabun dan air tidak tersedia.
* Teknik yang tepat: Gunakan teknik cuci tangan yang benar, termasuk menggosok semua permukaan tangan dan jari, dan membilas dengan baik.
* Peralatan Pelindung Pribadi (APD):
* Sarung Tangan: Kenakan sarung tangan sekali pakai untuk semua layanan di mana Anda dapat bersentuhan dengan darah, cairan tubuh, atau bahan kimia. Ubah sarung tangan antara klien dan buang dengan benar.
* topeng: Kenakan topeng, terutama selama layanan yang menghasilkan debu, asap, atau aerosol (mis., Layanan kuku, perawatan kimia). Ubah topeng sesuai kebutuhan dan buang dengan benar setelah setiap klien.
* Perlindungan Mata: Kenakan kacamata pengaman atau perisai wajah untuk melindungi mata Anda dari percikan atau semprotan.
* celemek/gaun: Kenakan celemek bersih atau gaun untuk melindungi pakaian Anda. Ubah di antara klien jika menjadi kotor.
* Kesehatan Pribadi:
* tetap di rumah saat sakit: Jika Anda merasa tidak sehat atau memiliki tanda -tanda penyakit (mis., Demam, batuk, sakit tenggorokan), tetap di rumah dan hindari kontak dengan klien dan kolega.
* Penutupan dan lecet: Tutupi potongan atau lecet di tangan Anda dengan perban tahan air.
* Kebersihan Pribadi: Pertahankan kebersihan pribadi yang baik, termasuk mandi harian, pakaian bersih, dan kuku yang pendek dan bersih.
* Perhiasan: Minimalkan memakai perhiasan, terutama cincin, karena mereka dapat menampung bakteri.
ii. Salon Lingkungan &Peralatan
* Pembersihan dan Disinfeksi:
* Definisi:
* Pembersihan: Menghilangkan kotoran dan puing yang terlihat.
* Disinfeksi: Membunuh sebagian besar, tetapi tidak harus semua, mikroorganisme. Disinfeksi mengikuti pembersihan.
* Sterilisasi: Menghancurkan semua mikroorganisme (termasuk spora). Biasanya digunakan untuk instrumen bedah, bukan alat salon rutin.
* Permukaan: Bersih dan desinfeksi semua permukaan yang sering disentuh sepanjang hari, termasuk:
* Workstation
* Kursi
* Tenggelam
* DOORKNOBS
* Sakelar lampu
* Meja Penerimaan
* Terminal pembayaran
* Alat dan implement: Bersihkan dan desinfeksi semua alat dan implement setelah setiap klien digunakan.
* item non-porocy: Tenggelam dalam desinfektan yang terdaftar EPA (kelas rumah sakit, bakterisida, virucidal, fungisida) sesuai dengan instruksi pabrik. Contoh:peralatan logam, sisir, kuas.
* item berpori: Item sekali pakai harus dibuang setelah digunakan. Contoh:Papan Emery, bola kapas, strip lilin. Item yang tidak dapat didesinfeksi perlu dibuang.
* pencampuran dan penggunaan yang tepat: Selalu ikuti instruksi pabrik untuk mencampur dan menggunakan desinfektan. Gunakan konsentrasi dan waktu kontak yang benar.
* penyimpanan: Simpan alat yang didisinfeksi dalam wadah yang bersih dan tertutup.
* linen: Gunakan handuk dan jubah bersih untuk setiap klien. Linen Launder dalam air panas dengan deterjen dan pemutih. Simpan linen bersih di lemari tertutup.
* Lantai: Sapu atau vakum lantai secara teratur untuk menghilangkan rambut dan puing -puing. Lantai pel, solusi desinfektan.
* Ventilasi: Pastikan ventilasi yang memadai untuk menghilangkan debu, asap, dan bau.
* Pembuangan limbah:
* wadah tajam: Gunakan wadah tahan tusukan untuk pembuangan benda-benda tajam seperti bilah pisau cukur dan jarum.
* limbah yang terkontaminasi: Buang limbah yang terkontaminasi (mis., Bola kapas yang digunakan, jaringan) dalam tempat sampah berjajar dengan tutupnya. Kaleng sampah kosong secara teratur.
* Limbah Kimia: Buang limbah kimia sesuai dengan peraturan lokal. Jangan pernah menuangkan bahan kimia ke saluran pembuangan kecuali secara khusus diinstruksikan untuk melakukannya.
* Kualitas air:
* Sumber Air Bersih: Pastikan sumber air yang bersih dan aman untuk mencuci tangan dan peralatan.
* Pipa Flushing: Pipa siram secara teratur untuk mencegah stagnasi dan pertumbuhan bakteri.
iii. Keselamatan Klien
* Konsultasi: Lakukan konsultasi klien menyeluruh untuk mengidentifikasi kontraindikasi atau alergi sebelum melakukan layanan.
* Tes tambalan: Lakukan tes tambalan untuk warna rambut, perekat bulu mata, atau produk alergenik yang berpotensi sebelum aplikasi lengkap.
* Keamanan Produk:
* Penyimpanan yang tepat: Simpan produk sesuai dengan instruksi pabrik. Hindari menyimpan produk di bawah sinar matahari langsung atau suhu ekstrem.
* Pelabelan: Pastikan semua produk diberi label dengan jelas dengan isinya dan tanggal kedaluwarsa.
* pencampuran: Campurkan produk sesuai dengan instruksi pabrik. Jangan pernah mencampur produk yang tidak kompatibel.
* Pemeliharaan Peralatan: Periksa dan memelihara peralatan secara teratur untuk memastikannya dalam keadaan baik. Ikuti instruksi pabrik untuk pembersihan dan pemeliharaan.
* Slip and Fall Prevention: Jaga agar lantai tetap bersih dan kering untuk mencegah slip dan jatuh. Gunakan tikar non-slip di area basah.
iv. Kepatuhan Pengaturan
* Peraturan Dewan Negara: Kenali dan patuhi aturan dan peraturan yang ditetapkan oleh dewan tata rias negara Anda atau agen perizinan. Peraturan ini mencakup persyaratan sanitasi, keselamatan, dan lisensi.
* Pedoman EPA dan OSHA: Memahami dan mengikuti pedoman dari Badan Perlindungan Lingkungan (EPA) mengenai penggunaan dan pembuangan disinfektan, dan Administrasi Keselamatan dan Kesehatan Kerja (OSHA) mengenai keselamatan tempat kerja.
v. Pelatihan dan Pendidikan
* Pendidikan Berkelanjutan: Berpartisipasi dalam kursus pendidikan berkelanjutan agar tetap mutakhir tentang praktik sanitasi dan keselamatan terbaru.
* Pelatihan Staf: Berikan pelatihan menyeluruh kepada semua anggota staf tentang sanitasi, desinfeksi, dan prosedur keselamatan yang tepat.
Takeaways Key:
* Pencegahan adalah kunci: Fokus pada mencegah penyebaran infeksi dan cedera melalui sanitasi, kebersihan, dan praktik keselamatan yang tepat.
* Konsistensi sangat penting: Membangun dan secara konsisten mengikuti jadwal pembersihan dan desinfeksi rutin.
* tetap mendapat informasi: Tetap mendapat informasi tentang peraturan terbaru dan praktik terbaik untuk keselamatan salon.
* Dokumentasi: Simpan catatan pembersihan, desinfeksi, dan kegiatan pemeliharaan.
* Komunikasi Klien: Komunikasikan komitmen Anda terhadap keselamatan dan kebersihan kepada klien Anda.
Dengan menerapkan langkah -langkah ini, Anda dapat menciptakan lingkungan salon yang aman dan higienis yang melindungi klien Anda dan diri Anda sendiri. Ini tidak hanya mempromosikan kesehatan dan kesejahteraan, tetapi juga meningkatkan reputasi Anda dan membangun kepercayaan klien.