Love Beauty >> Cinta keindahan >  >> Kecantikan >> Rambut >> gaya rambut

Dengan apa Rambut Romawi kuno itu mewarnai rambut mereka?

Romawi kuno menggunakan berbagai metode untuk mewarnai rambut mereka, meskipun pilihannya lebih terbatas dan kurang efektif daripada pewarna modern. Inilah gangguan:

* rambut yang lebih gelap:

* henna: Pewarna coklat kemerahan ini digunakan untuk menggelapkan rambut, meskipun lebih umum di bagian timur Kekaisaran Romawi.

* Kerang kenari: Kerang kenari yang dihancurkan digunakan untuk membuat pewarna coklat gelap.

* daun bawang dan lintah: Ramuan yang melibatkan lintah yang difermentasi adalah metode yang agak tidak menyenangkan dan tampaknya bau untuk mewarnai rambut lebih gelap. Ini biasanya bercampur dengan ramuan lainnya.

* Burnt Eggshells: Kelap telur yang terbakar digiling dan dicampur dengan minyak untuk membuat pewarna hitam.

* Rambut yang lebih ringan:

* kunyit: Saffron bisa memberikan warna kekuningan atau kemerahan pada rambut, meskipun itu bukan pewarna yang sangat kuat.

* abu tanaman: Lye yang terbuat dari abu tanaman dapat digunakan untuk memutihkan rambut, tetapi ini keras dan merusak.

* Debu Emas: Wanita kaya terkadang menaburkan debu emas di rambut mereka agar tampak lebih ringan dan lebih mewah.

* Menutupi rambut abu -abu:

* Metode yang digunakan untuk rambut gelap juga digunakan untuk menutupi rambut abu -abu.

Pertimbangan penting:

* Efektivitas: Pewarna Romawi tidak seefektif atau tahan lama seperti pewarna modern. Mereka sering membutuhkan aplikasi berulang dan bisa merusak rambut.

* Kelas Sosial: Warna dan gaya rambut sering menunjukkan kelas sosial. Rambut gelap lebih umum dan dianggap alami, sementara rambut yang lebih ringan atau merah kadang -kadang dikaitkan dengan budak atau orang asing.

* Toksisitas: Beberapa pewarna rambut Romawi mengandung bahan -bahan yang beracun atau mengiritasi kulit.

Singkatnya, Romawi kuno menggunakan berbagai zat alami untuk mewarnai rambut mereka, tetapi metode ini seringkali kurang efektif, lebih merusak, dan berpotensi lebih berbahaya daripada teknik pewarnaan modern.