menggambarkan kuda (penampilan dan gerakan):
* "Dia melemparkan kepalanya dan surai seperti kuda perang." (Menggambarkan kegembiraan dan sifat kuda yang bersemangat)
* "Kakiku gemetar seperti buluh." (Menggambarkan ketakutan atau kelemahan)
* "Kami berlari seperti hal -hal liar." (Menggambarkan kesenangan yang tidak terkendali)
* "Mantelnya sama mengkilapnya dengan gagak." (Menggambarkan mantel hitam mengkilap kuda)
* "Jalurnya sangat cepat dan ringan, dia tampak membaca seperti menelan." (Menggambarkan kiprah kuda yang anggun dan tanpa usaha)
* "Nafasnya datang dan pergi seperti bellow." (Menggambarkan napas berat kuda setelah tenaga)
menggambarkan suara:
* "Roda gerobak parut seperti guntur." (Menggambarkan kebisingan yang keras dan tidak menyenangkan)
* "Whinny -nya berdering seperti terompet." (Menggambarkan panggilan kuda yang keras dan jernih)
* "Suaranya pecah dan terisak seperti anak -anak." (Menggambarkan tekanan emosional karakter manusia, meskipun tidak secara langsung terkait dengan kuda, itu masih relevan dengan cerita)
menggambarkan perasaan/emosi:
* "Saya merasa seringan bulu." (Menggambarkan perasaan gembira atau lega)
* "Saya bahagia seperti raja." (Menggambarkan kebahagiaan ekstrem)
* "Saya sama membosankannya dengan posting." (Menggambarkan kurangnya ketajaman atau keterlibatan mental)
* "Hatiku tenggelam seperti timah." (Menggambarkan perasaan putus asa atau kekecewaan)
* "Saya merasa seperti celaka seperti yang bisa dirasakan oleh makhluk mana pun." (Menggambarkan kesengsaraan yang intens)
* "Dia gemetar seperti daun aspen." (Menggambarkan ketakutan atau kegugupan)
menggambarkan situasi/keadaan:
* "Jalannya semulus bowling green." (Menggambarkan perjalanan yang menyenangkan)
* "Dia bekerja seperti kuda." (Perumpamaan ironis dalam konteks ini, menyoroti persalinan berlebihan)
* "Wajahnya menjadi putih seperti marmer." (Menggambarkan pucat ekstrem karena kejutan atau ketakutan)
* "Gelap seperti nada." (Menggambarkan kegelapan yang ekstrem)
* "Kabut setebal sup kacang polong." (Menggambarkan kabut padat)
Mengapa perumpamaan penting dalam "Black Beauty":
* citra hidup: Mereka membantu pembaca memvisualisasikan adegan, kuda, dan emosi mereka.
* Koneksi Emosional: Dengan membandingkan pengalaman kuda dengan pengalaman manusia yang menyenangkan, penulis mendorong empati pada pembaca.
* Kesederhanaan dan pemahaman: Similes membuat ide -ide kompleks lebih mudah dipahami, terutama bagi pembaca yang lebih muda.
* Meningkatkan narasi: Mereka menambah kedalaman dan warna pada tulisan, membuat cerita lebih menarik.
Ini hanya beberapa contoh. Saat Anda membaca (atau membaca kembali) "Kecantikan Hitam," perhatikan bahasa deskriptif; Anda akan menemukan lebih banyak perumpamaan yang berkontribusi pada daya tarik yang bertahan lama.