Love Beauty >> Cinta keindahan >  >> Kecantikan >> Rambut >> gaya rambut

Mengapa Queen Hatsheput memakai jenggot?

Ratu Hatshepsut diyakini telah mengenakan janggut palsu, simbol kekuatan dan otoritas yang secara tradisional maskulin di Mesir kuno, untuk melegitimasi pemerintahannya sebagai Firaun. Sementara dia awalnya bupati untuk anak tirinya, Thutmose III, dia akhirnya mengambil gelar penuh dan kekuatan Firaun.

Inilah rincian mengapa dia kemungkinan melakukan ini:

* Otoritas Penguat: Dengan mengadopsi simbol -simbol kerajaan, termasuk janggut palsu, Hatshepsut secara visual menegaskan haknya untuk memerintah dan menjauhkan diri dari peran seorang ratu atau bupati belaka.

* Cita -cita maskulin Kingship: Masyarakat Mesir memiliki ide -ide yang mendarah daging tentang seperti apa seharusnya seorang firaun. Karena perannya secara tradisional laki -laki, mengadopsi simbol -simbol maskulin membantunya menyesuaikan diri dengan harapan -harapan ini dan dianggap serius sebagai penguasa.

* Strategi Politik: Pemerintahannya agak belum pernah terjadi sebelumnya, karena Mesir jarang memiliki firaun perempuan. Mengenakan janggut adalah langkah strategis untuk mendapatkan penerimaan dari para imam yang kuat, pejabat, dan penduduk umum yang terbiasa dengan penguasa pria.

* Signifikansi Religius: Jenggot dikaitkan dengan dewa Osiris, simbol raja dan kebangkitan. Mengenakannya terhubung dengan Hatshepsut dengan otoritas ilahi yang diharapkan dari seorang firaun.

Penting untuk dicatat bahwa Hatshepsut tidak selalu memakai jenggot dalam setiap penggambaran. Dalam beberapa patung dan gambar, ia ditampilkan dengan fitur feminin. Adopsi pakaian dan simbol pria adalah pilihan yang disengaja untuk memperkuat legitimasinya sebagai firaun dan memastikan stabilitas pemerintahannya.