1. Bentuk folikel rambut:
* Rambut lurus: Folikel rambut biasanya bulat dan simetris. Ini memungkinkan rambut tumbuh lurus dari kulit kepala.
* rambut keriting: Folikel rambut bersifat oval atau elips dan asimetris. Bentuk yang tidak rata menyebabkan rambut melengkung saat tumbuh. Tingkat folikel, yang lebih curlier rambutnya cenderung.
Pikirkan seperti ini: Bayangkan meremas pasta gigi. Jika bukaannya bulat, pasta gigi keluar lurus. Jika bukaannya oval, pita pasta gigi akan melengkung.
2. Protein (keratin):
* Pengaturan keratin: Rambut sebagian besar terdiri dari protein yang disebut keratin. Cara protein keratin diatur dan diikat dalam poros rambut juga memainkan peran penting.
* Rambut lurus: Di rambut lurus, protein keratin umumnya didistribusikan secara merata di sekitar poros rambut.
* rambut keriting: Di rambut keriting, cenderung ada distribusi protein keratin yang tidak merata. Beberapa area poros rambut memiliki lebih banyak keratin daripada yang lain. Distribusi yang tidak merata ini menyebabkan rambut menekuk dan meringkuk karena area dengan lebih banyak keratin tumbuh sedikit lebih lambat, menyebabkan rambut melengkung ke arah samping dengan lebih sedikit keratin.
* Obligasi disulfida: Protein keratin dihubungkan bersama oleh ikatan kimia, termasuk ikatan disulfida (ikatan sulfur-sulfur). Ikatan ini bertanggung jawab atas kekuatan dan bentuk rambut.
* Rambut lurus: Ikatan disulfida cenderung didistribusikan secara merata di sepanjang poros rambut.
* rambut keriting: Ikatan disulfida cenderung lebih terkonsentrasi di satu sisi poros rambut di rambut keriting. Distribusi obligasi yang tidak merata ini berkontribusi pada kelengkungan.
3. Genetika:
* banyak gen: Bentuk rambut Anda adalah sifat kompleks yang dipengaruhi oleh banyak gen, bukan hanya satu. Para ilmuwan telah mengidentifikasi beberapa gen yang berkontribusi pada keriting rambut, termasuk:
* tchh (trichohyalin): Gen ini sangat terkait dengan ikal rambut. Variasi dalam gen ini dianggap mempengaruhi bentuk folikel rambut dan distribusi protein keratin.
* gen lain: Gen lain yang terlibat dalam pertumbuhan rambut, pengembangan folikel, dan produksi protein juga berkontribusi pada tekstur rambut.
* warisan: Warisan Jenis Rambut tidak selalu mudah. Itu tidak mengikuti pola dominan/resesif sederhana seperti beberapa sifat lainnya. Interaksi beberapa gen membuatnya sulit untuk memprediksi jenis rambut hanya berdasarkan jenis rambut orang tua.
4. Faktor lain (kurang signifikan):
* ras/etnis: Jenis rambut tertentu lebih umum pada kelompok etnis tertentu. Namun, jenis rambut beragam di semua populasi.
* Kepadatan rambut: Meskipun tidak secara langsung menentukan keriting, kepadatan rambut dapat memengaruhi bagaimana rambut keriting muncul (mis., Rambut keriting padat mungkin tampak lebih tebal).
* Hormon: Perubahan hormon, terutama selama masa pubertas, kehamilan, dan menopause, kadang -kadang dapat mempengaruhi tekstur rambut.
* Kerusakan: Perawatan kimia (perms, relaxer), gaya panas, dan faktor lingkungan dapat mengubah struktur protein rambut dan mengubah pola keriting.
* Penggunaan Produk: Produk penata gaya, seperti gel dan mousses, dapat mendorong atau menghambat pembentukan keriting.
Ringkasan: Bentuk folikel rambut dan susunan protein (terutama keratin) di dalam poros rambut adalah penentu utama dari keriting rambut. Faktor -faktor ini sebagian besar ditentukan oleh genetika, meskipun pengaruh lain seperti hormon dan kerusakan lingkungan dapat berperan.