Love Beauty >> Cinta keindahan >  >> Kecantikan >> Rambut >> gaya rambut

Jenis rambut apa yang lebih mungkin berpori?

Porositas rambut mengacu pada kemampuan rambut Anda untuk menyerap dan mempertahankan kelembaban. Jenis rambut tertentu secara alami lebih rentan terhadap porositas yang lebih tinggi atau lebih rendah daripada yang lain. Berikut adalah rincian jenis rambut yang lebih cenderung berpori:

Jenis rambut lebih cenderung sangat berpori:

* rambut yang dirawat secara kimia:

* rambut diputihkan: Bleach mengangkat kutikula rambut, menciptakan celah dan membuatnya lebih mudah bagi kelembaban untuk masuk dan keluar dengan cepat. Ini mungkin penyebab terbesar dari peningkatan porositas.

* Rambut yang Diizinkan: Mirip dengan pemutihan, bahan kimia yang memungkinkan mengubah struktur rambut, sering menghasilkan kutikula yang ditingkatkan dan peningkatan porositas.

* Rambut rileks: Relaxer kimia memecah ikatan protein di rambut, yang dapat membuatnya lebih keropos.

* rambut yang sering dicelup: Pewarnaan berulang dapat menyebabkan kerusakan dan menaikkan kutikula.

* Rambut yang rusak panas:

* Penggunaan alat penataan panas yang berlebihan (setrika datar, setrika keriting, pengering rambut) tanpa perlindungan panas yang tepat dapat merusak kutikula, yang mengarah ke porositas.

* Rambut yang rusak secara mekanis:

* Menyikat agresif, terutama saat basah, dapat merusak kutikula.

* Pengeringan handuk kasar.

* Rambut keriting dan coily secara alami (tipe 3 dan 4 rambut):

* Karena tikungan dan lilitan di poros rambut, lapisan kutikula mungkin tidak terletak sama rata seperti pada rambut yang lebih lurus. Ini bisa membuatnya lebih rentan terhadap porositas. Ini terutama berlaku untuk rambut tipe 4.

* Juga, minyak alami yang diproduksi oleh kulit kepala memiliki waktu yang lebih sulit bepergian ke bawah poros rambut rambut keriting dan rekan, meninggalkan ujungnya lebih kering dan karenanya lebih keropos.

* rambut yang lebih tua:

* Seiring bertambahnya usia rambut, secara alami menjadi lebih rentan terhadap kerusakan dan karenanya lebih berpori.

Mengapa jenis rambut ini cenderung lebih berpori:

* Dibesarkan Kutikula: Kutikula adalah lapisan terluar poros rambut. Ketika dibesarkan atau rusak, itu menciptakan celah dan bukaan yang memungkinkan kelembaban masuk dan keluar dengan mudah.

* Kerusakan Struktural: Perawatan kimia dan panas dapat melemahkan struktur rambut, membuatnya lebih keropos.

Pertimbangan Penting:

* porositas adalah spektrum: Rambut bukan hanya "porositas tinggi" atau "porositas rendah." Ada jangkauan, dan Anda mungkin jatuh di suatu tempat di antaranya.

* Variasi individu: Bahkan dalam jenis rambut yang sama, porositas dapat bervariasi tergantung pada bagaimana Anda merawat rambut Anda. Seseorang dengan rambut keriting alami yang menghindari panas dan bahan kimia mungkin memiliki porositas yang lebih rendah daripada seseorang dengan rambut lurus yang sering memutarnya.

* Genetika: Genetika juga berperan dalam tingkat porositas alami rambut Anda.

Menentukan porositas rambut Anda:

Anda dapat melakukan tes untai sederhana untuk mendapatkan gambaran tentang porositas rambut Anda:

1. Ambil beberapa helai rambut bersih dan bebas produk yang telah ditumpahkan secara alami.

2. Tempatkan untaian dalam segelas air.

3. Amati apa yang terjadi setelah beberapa menit.

* porositas tinggi: Rambut tenggelam dengan cepat ke bawah.

* porositas sedang: Rambut mengapung di tengah.

* porositas rendah: Rambut mengapung di permukaan.

Mengetahui porositas rambut Anda sangat penting untuk memilih produk dan teknik yang tepat untuk menjaga rambut Anda tetap sehat, lembab, dan kuat.