Love Beauty >> Cinta keindahan >  >> Kecantikan >> Rambut >> gaya rambut

Apa asal mula kosmetologi peningkatan penampilan?

Asal -usul tata rias peningkatan penampilan berakar dalam dalam sejarah manusia dan keinginan untuk mengubah dan mempercantik penampilan seseorang. Ini bukan satu peristiwa tunggal melainkan evolusi bertahap lintas budaya dan waktu. Berikut adalah rincian periode sejarah utama dan kontribusinya:

1. Peradaban Kuno (sebelum 3000 SM - 500 CE):

* Mesir Kuno (c. 3000 SM - 30 SM): Orang -orang Mesir bisa dibilang adalah pelopor tata rias.

* kosmetik sebagai status sosial &signifikansi agama: Kosmetik digunakan oleh pria dan wanita, menandakan status sosial, kekayaan, dan pengabdian agama.

* Mata Mata: Kohl (campuran galena tanah, malachite, dan bahan -bahan lainnya) digunakan untuk menggelapkan mata, memberikan tampilan yang mencolok dan berpotensi menawarkan perlindungan terhadap sinar matahari dan infeksi.

* Warna bibir dan pipi: Ocher dan pigmen alami lainnya digunakan untuk menciptakan pemerah pipi dan lipstik.

* Perawatan Rambut: Henna digunakan untuk mewarnai rambut dan kuku. Mereka juga menggunakan wig, gaya rambut rumit, dan minyak untuk menjaga rambut mereka tetap sehat.

* Kulit: Susu dan mandi madu, scrub, dan minyak adalah umum untuk menjaga kesehatan kulit.

* Mesopotamia kuno (c. 3500 SM - 539 SM):

* Praktik serupa dengan Mesir: Berbagi fokus yang sama pada kosmetik, khususnya makeup mata (kohl) dan perhiasan rambut.

* Parfum: Menggunakan minyak dan parfum yang harum untuk tujuan pribadi dan agama.

* Yunani Kuno (c. 800 SM - 600 CE):

* Penekanan pada kecantikan fisik: Orang Yunani menghargai keindahan fisik dan atletis.

* kosmetik sederhana: Digunakan arang untuk eyeliner, beri untuk warna bibir dan pipi, dan bahan -bahan alami untuk perawatan kulit.

* Perawatan Rambut: Menggunakan minyak zaitun untuk mengkondisikan rambut mereka dan lebih disukai rambut berwarna terang.

* mandi: Pemandian umum populer untuk kebersihan dan interaksi sosial.

* Roma kuno (c. 753 SM - 476 CE):

* Regimen kecantikan yang rumit: Romawi mengadopsi dan memperluas praktik kosmetik Yunani.

* Makeup dan Rambut: Digunakan berbagai pigmen untuk makeup wajah (sering berbasis timah, yang beracun), gaya rambut rumit, dan pewarna rambut.

* mandi: Pemandian umum menjadi pusat yang sangat rumit dan mewah untuk kehidupan sosial dan kebersihan.

* Cina kuno (c. 1600 SM - 220 CE):

* Penekanan pada hierarki sosial: Kosmetik digunakan untuk menunjukkan status sosial.

* bubuk wajah: Bubuk beras digunakan untuk memutihkan wajah, dianggap sebagai tanda kecantikan.

* Warna bibir: Pewarna sayuran dan lilin lebah digunakan untuk pewarnaan bibir.

* Warna Kuku: Warna dan panjang kuku menunjukkan peringkat sosial.

* ornamen rambut: Ornamen dan gaya rambut yang rumit adalah umum.

* Jepang kuno (c. 300 SM - 1185 CE):

* tradisi geisha: Tradisi Geisha sangat memengaruhi standar kecantikan Jepang.

* makeup wajah putih: Bubuk beras digunakan untuk membuat kulit pucat.

* bibir merah: Lipstik merah terbuat dari kelopak safflower yang dihancurkan.

* Gigi yang menghitam (ohaguro): Praktik yang menandakan kedewasaan dan kecantikan (meskipun kemudian dipandang sudah ketinggalan zaman).

* Gaya rambut yang rumit: Wig dan gaya rambut rumit adalah bagian penting dari penampilan mereka.

2. Abad Pertengahan (c. Abad ke -5 - 15):

* Pengaruh Gereja: Di Eropa, pengaruh gereja menyebabkan penurunan penggunaan kosmetik yang rumit untuk sementara waktu. Fokus lebih bergeser ke arah kesederhanaan.

* kulit pucat sebagai tanda bangsawan: Kulit pucat menjadi modis di antara kelas atas karena melambangkan kehidupan luang dari matahari.

* Obat Herbal: Obat herbal untuk perawatan kulit dan perawatan rambut terus digunakan.

* Kebersihan: Praktik kebersihan dasar masih dianggap penting, meskipun mandi publik menurun di beberapa daerah.

3. Renaissance (c. Abad ke -14 - 17):

* Kebangkitan Kecantikan Klasik: Minat baru pada cita -cita kecantikan Yunani dan Romawi klasik.

* Gaya rambut yang rumit: Gaya rambut dan wig yang rumit menjadi modis lagi.

* Kosmetik untuk Kehidupan Kantor: Kosmetik menjadi penting bagi mereka yang berada dalam kehidupan sopan.

* Kosmetik Beracun: Banyak kosmetik masih mengandung bahan -bahan berbahaya seperti timah dan merkuri.

4. Abad ke -18:

* Makeup dan gaya rambut yang rumit: Abad ke -18 adalah periode pemborosan ekstrem dalam makeup dan rambut, terutama di pengadilan Prancis.

* wig dan bubuk rambut: Wig yang rumit dikenakan oleh pria dan wanita, seringkali putih bubuk.

* Rouge and Patches: Rouge berat digunakan di pipi, dan bercak kecantikan (potongan kain kecil) digunakan untuk menutupi noda atau sebagai pernyataan mode.

5. Abad ke -19:

* era Victoria: Era Victoria melihat kembali ke pendekatan yang lebih tenang untuk kosmetik di beberapa bagian dunia, dipengaruhi oleh preferensi pribadi dan standar moral Ratu Victoria.

* Penekanan pada kecantikan alam: Penekanan bergeser ke keindahan alam, meskipun wanita masih diam -diam menggunakan kosmetik.

* kosmetik buatan sendiri: Banyak kosmetik masih dibuat di rumah menggunakan bahan -bahan alami.

* Munculnya kosmetik komersial: Menjelang akhir abad ini, industri kosmetik komersial mulai muncul.

6. Abad ke -20 dan 21:

* Pertumbuhan industri kosmetik: Abad ke -20 melihat ledakan dalam industri kosmetik komersial, didorong oleh kemajuan teknologi, produksi massal, dan pemasaran.

* Mengubah standar kecantikan: Standar kecantikan berevolusi dengan cepat sepanjang abad ini, dipengaruhi oleh mode, film, dan budaya populer.

* Kemajuan dalam perawatan kulit: Kemajuan yang signifikan dibuat dalam ilmu perawatan kulit, yang mengarah ke produk yang lebih efektif dan lebih aman.

* Bidang Khusus: Tata rias menjadi semakin terspesialisasi, dengan berbagai profesional yang berfokus pada rambut, kulit, kuku, dan makeup.

* tren modern: Abad ke -21 melihat fokus pada inklusivitas, keragaman, dan solusi kecantikan yang dipersonalisasi. Penggunaan teknologi, seperti AI dan realitas virtual, juga mengubah industri.

Singkatnya, asal -usul tata rias peningkatan penampilan multifaset dan sangat terjalin dengan:

* Nilai Sosial dan Budaya: Kosmetik selalu digunakan untuk mengekspresikan status sosial, kepercayaan agama, dan identitas budaya.

* keinginan untuk kecantikan: Keinginan manusia mendasar untuk meningkatkan penampilan seseorang telah mendorong inovasi dalam kosmetik sepanjang sejarah.

* Kemajuan Teknologi: Bahan, formulasi, dan teknik baru telah terus membentuk industri.

* Faktor ekonomi: Pertumbuhan industri kosmetik telah dipengaruhi oleh tren ekonomi dan permintaan konsumen.

Praktik penampilan tata rias penampilan terus berkembang, mencerminkan perubahan norma sosial, kemajuan teknologi, dan keinginan manusia yang abadi untuk menampilkan diri kita dalam cahaya sebaik mungkin.