1. Identifikasi dan hindari iritasi:
* kosmetik: Ini yang besar. Berhentilah menggunakan semua makeup mata (eyeshadow, eyeliner, maskara) sampai kulit sembuh. Bahkan produk "hypoallergenic" dapat menyebabkan iritasi. Jika Anda harus menggunakan makeup, pilih formula yang diuji oleh wewangian yang diuji secara khusus untuk kulit sensitif. Ganti riasan mata Anda secara teratur (setiap 3-6 bulan) untuk mencegah kontaminasi bakteri.
* sabun dan pembersih: Hindari sabun yang keras, scrub wajah, dan produk yang mengandung alkohol, sulfat (seperti SLS), wewangian, dan retinoid di sekitar mata.
* Wewangian: Parfum, lotion beraroma berat, dan bahkan deterjen cucian yang wangi dapat mengiritasi kulit yang sensitif.
* Alergen: Pertimbangkan potensi alergi (serbuk sari, tungau debu, bulu hewan peliharaan). Jika Anda mencurigai alergi, konsultasikan dengan alergi.
* menggosok: Hindari menggosok mata Anda, karena ini dapat memperburuk iritasi dan peradangan.
* air panas: Gunakan air suam -suam kuku untuk mencuci muka. Air panas dapat menghapus minyak alami.
2. Pembersihan Lembut:
* frekuensi: Bersihkan area di sekitar mata Anda hanya sekali sehari, atau bahkan setiap hari, sampai kekeringan membaik.
* teknik: Gunakan pembersih yang sangat lembut dan bebas wewangian yang dirancang khusus untuk kulit sensitif. Baby Shampoo yang diencerkan dengan air adalah pilihan klasik dan lembut * jika * Anda tidak memiliki reaksi lain. Oleskan dengan ujung jari Anda dalam gerakan melingkar, lalu bilas dengan air hangat. Tepuk area kering (jangan gosok!).
* air misel: Air mikelar bebas wewangian adalah pilihan lain yang baik untuk menghilangkan riasan dan kotoran dengan lembut. Pastikan itu dirancang untuk kulit sensitif.
3. Hidrasi adalah kunci:
* Pelembab: Oleskan pelembab yang tebal, bebas pewangi, hypoallergenic yang dirancang khusus untuk area mata segera setelah pembersihan, sementara kulitnya masih sedikit lembab. Cari bahan seperti:
* Humektan: Asam hyaluronic, gliserin (ambil kelembaban dari udara ke kulit)
* emolien: Ceramides, Shea Butter, Sqalane, Petrolatum, Minyak Mineral (halus dan melembutkan kulit)
* oklusives: Petrolatum, Minyak Mineral, Lilin Lebah (Buat penghalang untuk mencegah kehilangan kelembaban - Petrolatum sering dianggap sebagai standar emas untuk kulit yang sangat kering)
* Aplikasi: Oleskan sedikit pelembab ke tulang orbital (area tulang di sekitar mata Anda), hindari kontak langsung dengan mata itu sendiri. Tekan pelembab ke kulit dengan lembut.
* frekuensi: Melamar kembali pelembab beberapa kali sehari, terutama setelah mencuci wajah atau jika Anda merasa kulit Anda kering.
* salep: Untuk kulit yang sangat kering dan retak, salep berbasis petrolatum polos (seperti Vaseline atau Aquafor) bisa sangat efektif sebagai penghalang oklusif, terutama di malam hari. Gunakan saja lapisan yang sangat tipis.
4. Pertimbangan Gaya Hidup:
* humidifier: Gunakan humidifier, terutama selama musim kemarau atau jika Anda hidup dalam iklim kering, untuk menambah kelembaban ke udara.
* Hidrasi: Minumlah banyak air sepanjang hari agar tetap terhidrasi dari dalam ke luar.
* Hindari overheating: Hindari paparan panas yang berkepanjangan (mis., Hot shower, sauna) karena dapat mengeringkan kulit.
5. Kapan harus menemui dokter:
Penting untuk menemui dokter atau dokter kulit jika:
* Kekeringannya parah: Jika kulit retak, pendarahan, atau meradang secara berlebihan.
* tidak membaik: Jika kekeringan berlanjut selama lebih dari satu atau dua minggu meskipun perawatan di rumah.
* Anda memiliki gejala lain: Seperti gatal, terbakar, kemerahan, pembengkakan, keluarnya, penglihatan kabur, atau rasa sakit. Ini dapat menunjukkan infeksi (seperti blepharitis atau konjungtivitis), eksim, psoriasis, atau kondisi kulit lain yang membutuhkan perawatan medis.
* Anda mencurigai reaksi alergi: Terutama jika Anda mengembangkan sarang, kesulitan bernapas, atau pembengkakan wajah, bibir, atau lidah.
* Anda memiliki riwayat keluarga kondisi kulit: Seperti eksim atau psoriasis.
Kondisi spesifik yang mungkin menyebabkan kekeringan kelopak mata:
* eksim (dermatitis atopik): Kondisi kulit radang kronis yang dapat menyebabkan kulit kering, gatal, dan meradang. Sering diobati dengan kortikosteroid topikal atau obat resep lainnya.
* Dermatitis Seborrheic: Kondisi kulit umum yang menyebabkan kulit bersisik, bersisik, dan merah, sering kali mempengaruhi kulit kepala, wajah, dan kelopak mata.
* Hubungi Dermatitis: Reaksi alergi atau iritasi yang disebabkan oleh kontak dengan iritasi atau alergen.
* Blepharitis: Peradangan kelopak mata, sering disebabkan oleh bakteri atau kelenjar minyak yang tersumbat. Dapat menyebabkan kelopak mata kering, gatal, dan teriritasi. Diperlakukan dengan kompres hangat dan pembersihan yang lembut.
* psoriasis: Penyakit autoimun kronis yang dapat menyebabkan bercak -bercak merah dan bersisik kulit.
Pertimbangan Penting:
* krim steroid: Sementara krim steroid topikal (seperti hidrokortison) dapat mengurangi peradangan, mereka hanya boleh digunakan di bawah arah dokter, terutama di sekitar mata. Penggunaan jangka panjang dapat menipiskan kulit dan menyebabkan efek samping lainnya.
* Hindari infeksi yang merugikan diri sendiri: Jika Anda mencurigai infeksi, temui dokter untuk diagnosis dan perawatan yang tepat. Jangan mencoba memperlakukannya sendiri.
* Baca label dengan cermat: Selalu baca daftar bahan produk apa pun yang Anda gunakan pada kulit Anda, dan hindari produk yang mengandung potensi iritasi atau alergen.
Dengan mengikuti tips ini, Anda dapat secara efektif mengelola kulit kering pada kelopak mata Anda dan tetap sehat dan nyaman. Ingatlah untuk bersabar dan konsisten dengan perawatan Anda, dan jangan ragu untuk mencari nasihat medis profesional jika diperlukan.