* Otot Wajah dan Bantalan Lemak: Lipatan nasolabial pada dasarnya adalah batas antara pipi dan bibir atas. Ini terbentuk dari perpotongan bantalan lemak di pipi dengan otot yang mengontrol gerakan mulut dan bibir. Anggap saja seperti lembah alami antara dua medan berbeda.
* Ekspresi Wajah: Lipatan ini menjadi lebih menonjol saat Anda tersenyum, tertawa, atau melakukan ekspresi wajah lainnya karena otot-otot di wajah berkontraksi dan menarik kulit ke atas.
* Penuaan: Seiring bertambahnya usia, beberapa faktor berkontribusi terhadap semakin menonjolnya lipatan nasolabial:
* Hilangnya Kolagen dan Elastin: Kolagen dan elastin merupakan protein pada kulit yang memberikan struktur dan elastisitas. Seiring bertambahnya usia, produksinya menurun, menyebabkan kulit kehilangan kekencangan dan kendur.
* Penurunan Bantalan Lemak: Bantalan lemak di pipi bisa turun atau bergeser ke bawah seiring bertambahnya usia, sehingga membuat lipatan tampak lebih dalam.
* Keropos Tulang: Resorpsi tulang di bagian tengah wajah juga dapat menyebabkan hilangnya dukungan pada jaringan lunak, sehingga menyebabkan kendur.
* Kerusakan akibat sinar matahari: Paparan sinar matahari dalam waktu lama dapat merusak kolagen dan elastin, sehingga mempercepat proses penuaan dan membuat lipatan nasolabial lebih terlihat.
* Genetika: Beberapa orang cenderung memiliki lipatan nasolabial yang lebih menonjol karena genetika dan struktur wajah mereka.
Ringkasnya, lipatan nasolabial merupakan ciri anatomi normal yang disebabkan oleh susunan otot, lemak, dan kulit pada wajah. Hal ini menjadi lebih jelas seiring bertambahnya usia karena hilangnya elastisitas kulit, turunnya bantalan lemak, dan faktor lainnya.