Opsi 1 (Paling Harafiah, namun Berpotensi Canggung):
* "Aloha kakahiaka, nā maka ʻeleʻele uʻi."
* Aloha kakahiaka: Selamat pagi
* tidak maka: mata (jamak)
* ʻeleʻele: coklat, hitam
* uʻi: cantik, tampan, menarik (lebih umum daripada "cantik" bagi seorang wanita)
*Ini adalah terjemahan paling langsung, tetapi "nā maka ʻeleʻele uʻi" mungkin terdengar agak formal dan mungkin sedikit aneh bagi penutur asli. Secara tata bahasa benar, tetapi tidak memiliki aliran bahasa Hawaii yang alami.*
Opsi 2 (Lebih Alami dan Umum):
* "Aloha kakahiaka, dan ke onaona maka ʻeleʻele."
* Aloha kakahiaka: Selamat pagi
* e: Partikel vokatif yang digunakan untuk menyapa seseorang secara langsung (mirip dengan "Oh").
* ke: (artikel tunggal; diterjemahkan menjadi "the")
* onaona: cantik, manis, menarik. Kata ini menyampaikan keindahan yang lebih lembut dan menyenangkan daripada *uʻi*.
* maka: mata
* ʻeleʻele: coklat, hitam
*Versi ini sedikit lebih natural dan berfokus pada kecantikan keseluruhan orang bermata coklat. Menggunakan "onaona" menjadikannya kata sifat yang lebih memuji.*
Opsi 3 (Fokus pada Keindahan Umum):
* "Aloha kakahiaka, e kuʻu pua maka ʻeleʻele."
* Aloha kakahiaka: Selamat pagi
* e: Partikel vokatif yang digunakan untuk menyapa seseorang secara langsung (mirip dengan "Oh").
* kuʻu: saya
* pua: bunga (istilah sayang, seperti "sayang")
* maka ʻeleʻele: mata coklat
*Versi ini lebih kiasan dan penuh kasih sayang, menyebut orang tersebut "bungaku bermata coklat". Itu cara yang manis dan romantis untuk mengatakannya.*
Yang mana yang harus dipilih?
* Untuk terjemahan paling langsung (meskipun agak kaku):"Aloha kakahiaka, nā maka ʻeleʻele uʻi."
* Untuk kesan yang lebih alami dan memuji:"Aloha kakahiaka, e ke onaona maka ʻeleʻele."
* Untuk ungkapan romantis dan menawan:"Aloha kakahiaka, e kuʻu pua maka ʻeleʻele."
Ingatlah bahwa konteks dan hubungan itu penting. Opsi "pua" lebih cocok untuk seseorang yang memiliki hubungan dekat dengan Anda. Versi "onaona" adalah pilihan yang aman dan indah untuk sebagian besar situasi. Sebaiknya dengarkan frasa ini yang diucapkan oleh penutur asli untuk merasakan intonasi dan alur yang tepat.