Inilah rincian situasinya:
* Bagaimana cetakan bibir digunakan: Cetakan bibir, seperti sidik jari, dianggap unik bagi seorang individu. Penguji membandingkan cetakan bibir yang ditemukan di tempat kejadian dengan mereka yang diambil dari tersangka. Karakteristik seperti pola garis dan alur di bibir dianalisis.
* Tantangan Penerimaan:
* kurangnya standardisasi: Tidak seperti analisis sidik jari, tidak ada metodologi standar yang diterima secara universal untuk mengumpulkan, mengklasifikasikan, dan membandingkan cetakan bibir.
* Subjektivitas: Interpretasi pola cetak bibir dapat bersifat subyektif, yang mengarah ke bias potensial.
* Penelitian Terbatas: Ada sedikit penelitian ilmiah yang mendukung keunikan dan keabadian cetakan bibir dibandingkan dengan sidik jari.
* Daubert Standard/Frye Standard: Di banyak yurisdiksi, bukti harus memenuhi standar tertentu yang dapat diterima di pengadilan (seperti standar Daubert di pengadilan federal di AS, atau standar Frye di beberapa pengadilan negara). Standar -standar ini menilai validitas ilmiah dan reliabilitas bukti. Analisis cetak bibir sering berjuang untuk memenuhi standar ini karena masalah yang disebutkan di atas.
* Keputusan Pengadilan:
* Beberapa pengadilan telah mengakui bukti cetak bibir, terutama ketika digunakan untuk menguatkan bukti lain.
* Pengadilan lain telah menolak bukti cetak bibir, mengutip kekhawatiran tentang keandalannya dan kurangnya validasi ilmiah.
* Penerimaan seringkali tergantung pada keadaan spesifik dari kasus ini, kualifikasi saksi ahli, dan aturan pembuktian yurisdiksi.
* Gunakan bersama dengan bukti lain: Bukti cetak bibir umumnya lebih persuasif ketika disajikan bersama dengan bentuk bukti lain yang lebih andal, seperti DNA, sidik jari, atau kesaksian saksi mata.
Singkatnya, sementara cetakan bibir telah digunakan di pengadilan, penerimaan mereka tidak dijamin dan tunduk pada pengawasan yang signifikan. Keandalan mereka sebagai satu -satunya sumber identifikasi dipertanyakan, dan mereka umumnya dianggap kurang dapat diandalkan daripada metode forensik lainnya seperti analisis DNA atau sidik jari.