Masalahnya (dalam COPD dan kondisi serupa):
* Rollapse Airway: Dalam kondisi seperti COPD, saluran udara kecil (bronkiole) kehilangan elastisitas dan dukungan struktural mereka. Selama pernafasan, tekanan di rongga dada meningkat, yang dapat menyebabkan saluran udara ini runtuh sebelum waktunya, menjebak udara di paru -paru. Ini disebut "perangkap udara."
* Hiperinflasi: Perangkap udara menyebabkan hiperinflasi paru -paru, membuatnya lebih sulit untuk menarik napas penuh dan meningkatkan pekerjaan bernafas.
* pertukaran gas yang tidak efisien: Udara yang terperangkap tidak berpartisipasi dalam pertukaran gas (oksigen dalam, karbon dioksida keluar), yang selanjutnya berkontribusi pada sesak napas.
Bagaimana pernapasan lip-dompet membantu:
PLB bekerja dengan meningkatkan tekanan di dalam saluran udara selama pernafasan, yang membantu mencegah runtuhnya jalan nafas prematur dan meningkatkan pertukaran gas. Berikut penjelasan langkah demi langkah:
1. Inhalasi:
* Napas yang lambat dan dalam: Orang itu menghirup perlahan dan dalam -dalam melalui hidung. Ini membantu melembabkan dan menyaring udara, dan mempromosikan ekspansi paru -paru yang lebih lengkap.
2. pernafasan (kunci):
* bibir mengerut: Orang itu menghembuskan napas perlahan -lahan melalui bibir yang dipukuli, seolah -olah mereka bersiul atau meniup lilin. Bibir tetap relatif santai, tidak mengerut erat.
* Peningkatan tekanan jalan nafas: Mengejar bibir menciptakan resistensi terhadap aliran udara, yang meningkatkan tekanan * di dalam * saluran udara (tekanan intrabronkial).
* Pencegahan keruntuhan jalan napas: Tekanan yang meningkat ini bertindak sebagai "belat," menjaga saluran udara kecil terbuka lebih lama selama pernafasan. Anggap saja seperti meledakkan balon - lebih mudah ketika bibir Anda mengerang.
* waktu pernafasan yang lebih lama: Aliran udara yang terkontrol dari bibir yang dipukingkan memungkinkan waktu pernafasan yang lebih lama (idealnya dua kali lebih lama dari inhalasi).
* Pertukaran gas yang ditingkatkan: Dengan mencegah runtuhnya jalan napas dan memungkinkan untuk pernafasan yang lebih lengkap, lebih banyak udara yang kaya karbon dioksida dapat dikeluarkan dari paru-paru. Hal ini memungkinkan udara yang lebih segar dan kaya oksigen untuk masuk selama inhalasi berikutnya, meningkatkan pertukaran gas.
Singkatnya, mekanismenya didasarkan pada:
* Peningkatan tekanan jalan nafas: Bibir mengerut menciptakan tekanan punggung yang membuat saluran udara tetap terbuka.
* Penyelidikan yang berkepanjangan: Ini memungkinkan lebih banyak waktu bagi udara untuk keluar dari paru -paru.
* Mengurangi perangkap udara: Dengan mencegah runtuhnya jalan nafas, perangkap udara diminimalkan.
* Pertukaran gas yang ditingkatkan: Pengusiran CO2 yang lebih efektif dan asupan oksigen.
Manfaat pernapasan lip-dompet:
* Penurunan napas (dispnea)
* Mengurangi laju pernapasan
* Peningkatan saturasi oksigen
* Penurunan pekerjaan bernafas
* Peningkatan toleransi olahraga
* Promosi pengurangan relaksasi dan kecemasan
Pertimbangan Penting:
* PLB adalah teknik yang dipelajari. Itu membutuhkan latihan untuk menjadi efektif.
* Ini paling umum digunakan untuk individu dengan COPD, tetapi juga dapat membantu bagi orang dengan asma atau kondisi lain yang menyebabkan obstruksi jalan napas.
* Ini harus digunakan sebagai bagian dari program rehabilitasi paru yang komprehensif.
* Konsultasikan dengan dokter, terapis pernapasan, atau profesional kesehatan lainnya untuk mempelajari teknik yang tepat dan menentukan apakah PLB tepat untuk Anda.