Inilah alasannya:
* Bahaya Fisik: Cat kuku dapat terkelupas atau terkelupas pada makanan, sehingga menjadi kontaminan fisik. Bahkan serpihan kecil pun dapat menimbulkan bahaya tersedak atau menyebabkan cedera jika tertelan.
* Kontaminasi Bakteri: Cat kuku dapat menjadi sarang bakteri, bahkan setelah mencuci tangan. Keripik dan retakan pada cat kuku merupakan tempat ideal bagi bakteri untuk bersembunyi dan berkembang biak.
* Peraturan dan Standar: Sebagian besar peraturan keamanan pangan (seperti peraturan yang didasarkan pada prinsip HACCP) dan peraturan kesehatan melarang penggunaan cat kuku bagi penjamah makanan.
* Visibilitas Kebersihan: Cat kuku dapat menyembunyikan kotoran dan kotoran di bawah kuku. Hal ini membuat lebih sulit untuk melihat apakah tangan benar-benar bersih.
Beberapa perusahaan mengizinkan penggunaan cat kuku dalam kondisi yang sangat ketat:
* Cat kuku polos utuh: Beberapa tempat mungkin mengizinkan cat kuku padat, berwarna terang, dan sangat terawat. Itu harus bebas dari keripik, retak dan cacat lainnya.
* Sarung tangan: Penggunaan sarung tangan dapat memberikan pembatas antara cat kuku dan makanan. Namun sarung tangan harus sering diganti dan benar.
* Kebijakan Khusus: Selalu patuhi kebijakan tempat kerja Anda.
Intinya: Sebaiknya hindari cat kuku sama sekali saat menangani makanan untuk memastikan keamanan pangan. Prioritaskan kuku yang telanjang dan terawat.