Love Beauty >> Cinta keindahan >  >> Kecantikan >> Rias Wajah >> Rias Kuku

Pertumbuhan Kuku Setelah Dipetik:Strategi untuk Kuku Lebih Cepat dan Kuat

Mencabut kuku pasti dapat memperlambat pertumbuhan dan melemahkannya. Berikut rincian strategi untuk membantu kuku Anda tumbuh lebih cepat dan kuat setelah Anda mencabutnya:

1. Melindungi dan Melembabkan:

* Melembabkan, Melembabkan, Melembabkan! Ini adalah satu-satunya hal yang paling penting. Oleskan krim tangan atau minyak kutikula berkualitas baik (dengan bahan-bahan seperti minyak jojoba, shea butter, vitamin E) beberapa kali sehari, terutama setelah mencuci tangan. Fokus pada area kutikula. Hidrasi mencegah kekeringan, yang dapat menyebabkan kerusakan dan pecah-pecah.

* Pakai Sarung Tangan: Lindungi tangan dan kuku Anda dari bahan kimia keras, deterjen, dan paparan air berlebihan. Kenakan sarung tangan saat mencuci piring, berkebun, membersihkan, atau melakukan apa pun yang dapat mengeringkan tangan Anda.

* Hindari Penghilang Cat yang Keras: Penghilang berbahan dasar aseton sangat mengeringkan. Pilihlah penghapus bebas aseton, meskipun membutuhkan waktu lebih lama.

2. Memelihara dari Dalam (Diet):

* Protein: Kuku terbuat dari keratin, suatu protein. Pastikan Anda mendapatkan cukup protein dalam makanan Anda melalui sumber-sumber seperti daging, unggas, ikan, telur, kacang-kacangan, lentil, kacang-kacangan, dan biji-bijian.

* Biotin: Meskipun penelitiannya beragam, beberapa penelitian menunjukkan bahwa biotin (vitamin B7) dapat meningkatkan kekuatan dan pertumbuhan kuku. Anda bisa menemukannya dalam makanan seperti telur, kacang-kacangan, biji-bijian, ubi, dan jamur. Anda juga dapat mengonsumsi suplemen biotin (bicarakan dengan dokter Anda terlebih dahulu karena dapat mengganggu beberapa tes laboratorium).

* Nutrisi Penting Lainnya: Zat besi, seng, vitamin C, dan asam lemak omega-3 semuanya penting untuk kesehatan kuku. Makan makanan seimbang yang kaya buah-buahan, sayuran, dan lemak sehat.

* Hidrasi: Minumlah banyak air untuk menjaga tubuh dan kuku Anda tetap terhidrasi.

3. Perawatan Kuku yang Lembut:

* File Secara Teratur: Gunakan papan ampelas berbutir halus untuk membentuk kuku Anda dengan lembut dan mencegah tersangkut yang dapat menyebabkan kerusakan. Kikir dalam satu arah untuk menghindari melemahnya kuku.

* Hindari Memetik dan Menggigit (Bagian Tersulit!): Ini sangat penting. Memetik dan menggigit adalah akar masalahnya. Cobalah untuk mengidentifikasi pemicu Anda (stres, kebosanan, kecemasan) dan temukan mekanisme penanggulangan alternatif. Pertimbangkan:

* Mainan Gelisah: Gunakan bola stres, fidget spinner, atau mainan fidget lainnya untuk menyibukkan tangan Anda.

* Pelacakan Kebiasaan: Buatlah jurnal untuk melacak kapan Anda mencabut kuku dan mengidentifikasi pemicunya.

* Bahasa Polandia yang Rasanya Pahit: Oleskan cat kuku bening yang rasanya pahit untuk mencegah Anda memasukkan jari ke dalam mulut.

* Manikur: Melakukan manikur secara teratur dapat membuat Anda lebih sadar akan kuku Anda dan kecil kemungkinannya untuk mencabutnya. Selain itu, mereka membantu melindungi mereka.

* Perawatan Kutikula: Jangan potong kutikula Anda. Mereka melindungi matriks kuku (tempat pertumbuhan kuku dimulai). Sebaliknya, dorong kembali dengan lembut menggunakan pendorong kutikula setelah mandi atau berendam saat sudah lembut. Melembabkan mereka secara teratur.

* Hindari Akrilik/Gel (Awalnya): Meskipun Anda tergoda untuk menutupi kuku pendek, hal ini dapat semakin merusak dasar kuku, terutama jika pemasangan atau pelepasannya tidak dilakukan dengan benar. Fokuslah untuk menumbuhkan kuku alami Anda terlebih dahulu. Jika Anda memilihnya, pastikan Anda pergi ke salon terkemuka dengan teknisi berpengalaman.

4. Kesabaran dan Konsistensi:

* Pertumbuhan Kuku Lambat: Kuku jari tumbuh rata-rata sekitar 1/10 inci (2,5 mm) per bulan. Diperlukan waktu 4-6 bulan untuk mengganti kuku sepenuhnya. Jangan berkecil hati jika Anda tidak segera melihat hasilnya.

* Konsistensi adalah Kuncinya: Pendekatan yang paling efektif adalah dengan mengikuti strategi di atas secara konsisten. Jadikan itu bagian dari rutinitas harian Anda.

5. Pertimbangkan Penguat Kuku:

* Formula Bebas Formaldehida: Carilah penguat kuku yang mengandung bahan-bahan seperti protein terhidrolisis, vitamin, atau kalsium. Hindari produk yang mengandung formaldehida atau resin formaldehida, karena dapat berbahaya.

* Gunakan Sesuai Petunjuk: Ikuti petunjuk pada label produk. Biasanya, Anda akan mengoleskan lapisan tipis pada kuku yang bersih dan kering setiap beberapa hari.

Pertimbangan Penting:

* Kondisi Medis yang Mendasari: Dalam kasus yang jarang terjadi, pertumbuhan kuku yang lambat atau kuku yang rapuh dapat menjadi tanda adanya kondisi medis yang mendasarinya, seperti masalah tiroid, anemia, atau kekurangan nutrisi. Jika Anda khawatir, konsultasikan dengan dokter Anda.

* Pengobatan: Beberapa obat dapat mempengaruhi pertumbuhan kuku. Bicaralah dengan dokter atau apoteker Anda jika Anda mencurigai suatu obat mempengaruhi kuku Anda.

* Konsultasikan dengan Dokter Kulit: Jika Anda memiliki masalah kuku yang berkepanjangan, seperti perubahan warna, penebalan, atau terpisah dari dasar kuku, temui dokter kulit.

Singkatnya, menumbuhkan kuku setelah dipotong pendek memerlukan kombinasi perlindungan, hidrasi, pola makan yang tepat, perawatan yang lembut, dan, yang terpenting, menghentikan kebiasaan memetik. Bersabarlah dan konsisten, dan Anda akan melihat hasilnya seiring berjalannya waktu.