Berikut rincian mengapa ini digunakan:
* Paku pintu biasanya dipalu pada tempatnya, dan kemudian sering kali ditekuk di bagian dalam pintu untuk mengamankannya. Setelah paku pintu digunakan, pada dasarnya tidak berguna untuk hal lain. Itu didorong masuk, dipalu hingga rata, dan dipasang secara permanen. Oleh karena itu, dianggap “mati” dari segi kegunaannya.
* Mereka juga akan dipukul berulang kali, yang selanjutnya membuat mereka tidak berguna.
Jadi, “mati seperti paku pintu” menyiratkan bahwa sesuatu tidak hanya mati tetapi juga tidak berguna sama sekali dan tidak dapat diubah lagi, tidak ada harapan untuk bangkit kembali.
Ungkapan ini cukup tua dan setidaknya berasal dari abad ke-14. Ini adalah ekspresi finalitas yang hidup dan bertahan lama.