Love Beauty >> Cinta keindahan >  >> Kecantikan >> Rias Wajah >> Rias Kuku

Seperti apa cat kuku selama Perang Dunia 2?

Selama Perang Dunia II, cat kuku mengalami perubahan signifikan karena pembatasan masa perang dan pergeseran peran sosial. Inilah gangguan:

Tantangan dan adaptasi:

* Penjatahan Bahan: Banyak bahan yang digunakan dalam cat kuku, seperti nitroselulosa (komponen kunci untuk membuat pernis), diperlukan untuk upaya perang. Ini menyebabkan kekurangan dan kebutuhan akan penggantian.

* fokus pada kepraktisan: Dengan wanita memasuki tenaga kerja dalam jumlah yang belum pernah terjadi sebelumnya, kepraktisan menjadi prioritas. Kuku yang panjang dan rumit sering tidak praktis untuk pekerjaan pabrik dan pekerjaan masa perang lainnya.

Karakteristik cat kuku selama Perang Dunia II:

* Palet Warna Terbatas: Kisaran warna yang tersedia berkurang secara drastis. Warna umum diredam dan praktis:

* merah: Masih populer, tetapi seringkali merah yang lebih gelap, lebih tenang.

* Hapus: Menjadi lebih lazim, menekankan tampilan yang bersih dan halus tanpa menggunakan pigmen yang langka.

* merah muda dan karang: Beberapa warna yang lebih ringan masih tersedia, tetapi umumnya kurang bersemangat daripada penawaran sebelum perang.

* Browns and Netrals: Ini memberikan tampilan yang halus dan sesuai dengan pekerjaan.

* Kuku yang lebih pendek: Kuku yang lebih pendek dan bundar menjadi norma, sering digambarkan sebagai "kuku kemenangan" atau "kuku prajurit." Ini cenderung menghalangi pekerjaan dan dipandang sebagai simbol kepraktisan patriotik.

* Penggunaan yang lebih jarang: Cat kuku dipandang sebagai kemewahan, jadi wanita lebih jarang menggunakannya dan melestarikan apa yang mereka miliki.

* Perhiasan alternatif: Beberapa wanita menggunakan obat atau alternatif di rumah, seperti pacar, untuk mewarnai kuku mereka karena kekurangan.

* Pengaruh Hollywood yang berkelanjutan: Terlepas dari tantangannya, Hollywood Glamour masih berdampak. Aktris seperti Rita Hayworth terus memakai kuku yang dipoles, mempengaruhi tren mode sampai taraf tertentu. Namun, bahkan Hollywood mengadopsi pendekatan yang lebih kencang.

Ringkasan: Cat kuku selama Perang Dunia II ditandai oleh kepraktisan, konservasi, dan berbagai warna. Fokus bergeser dari penampilan yang rumit dan glamor ke kuku yang lebih pendek, lebih fungsional yang dihiasi dengan nuansa yang diredam atau cat bening.