Kerusakan langsung pada matriks kuku:
* Trauma:
* Cedera yang tidak disengaja: Membanting jari di pintu, menjatuhkan benda berat di atas paku, atau trauma minor berulang (seperti mengetik atau memainkan alat musik) dapat merusak matriks. Ini dapat menyebabkan:
* memperlambat atau menghentikan pertumbuhan: Cedera parah dapat menghentikan pertumbuhan kuku sementara atau permanen.
* kuku cacat: Alur, punggung bukit, penebalan, atau perubahan warna dapat terjadi.
* kehilangan kuku (avulsion): Trauma parah dapat menyebabkan paku terlepas.
* Memilih, Menggigit, atau Memilih di Kutikel: Kebiasaan ini dapat berulang kali melukai matriks, yang menyebabkan masalah kuku kronis.
* Manikur agresif: Memotong kutikula terlalu dalam atau menggunakan teknik abrasif dapat merusak matriks.
* Infeksi:
* Infeksi jamur (onychomycosis): Ini adalah penyebab perubahan kuku yang sangat umum. Jamur menyerbu kuku dan/atau tempat tidur kuku, menyebabkan penebalan, perubahan warna (kuning, coklat, putih), kerapuhan, dan pertumbuhan yang terdistorsi. Infeksi parah dapat merusak matriks.
* Infeksi bakteri (paronychia): Infeksi di sekitar kuku dapat menyebar dan merusak matriks jika tidak diobati. Ini bisa disebabkan oleh bakteri yang masuk melalui potongan atau hangnail.
* Infeksi virus: Kutil di sekitar kuku terkadang dapat mempengaruhi pertumbuhan, meskipun kurang umum.
* tumor dan kista:
* jinak atau ganas: Pertumbuhan di bawah atau di dekat kuku dapat memberi tekanan pada matriks, mengganggu pertumbuhan dan menyebabkan kelainan bentuk kuku. Ini jarang tetapi penting untuk didiagnosis.
Kerusakan tidak langsung dan faktor sistemik:
Sementara matriks adalah situs utama, masalah lain dapat memengaruhi kesehatan kuku dan secara tidak langsung mempengaruhi pertumbuhan:
* Kondisi kulit:
* psoriasis: Seringkali menyebabkan pitting, penebalan, perubahan warna, dan pemisahan kuku dari dasar kuku (onykolisis). Ini juga dapat mempengaruhi matriks secara langsung.
* eksim (dermatitis atopik): Peradangan di sekitar kuku dapat mempengaruhi matriks. Juga, menggaruk di sekitar kuku dapat menyebabkan kerusakan.
* lichen planus: Dapat menyebabkan penipisan, ridging, dan bahkan penghancuran kuku.
* Penyakit Sistemik:
* Gangguan tiroid (hipotiroidisme atau hipertiroidisme): Dapat menyebabkan pertumbuhan kuku yang lambat atau rapuh.
* Diabetes: Dapat meningkatkan risiko infeksi dan mempengaruhi sirkulasi ke kuku.
* anemia (defisiensi besi): Dapat menyebabkan kuku berbentuk sendok (koilonychia) dan kuku yang rapuh.
* Fenomena Raynaud: Mengurangi aliran darah ke jari dan kaki dapat memperlambat pertumbuhan kuku.
* Penyakit ginjal: Dapat menyebabkan setengah-setengah kuku (kuku Lindsay).
* Obat:
* Obat kemoterapi: Seringkali menyebabkan perubahan kuku yang signifikan, termasuk pertumbuhan yang melambat, garis Beau (alur horizontal), kehilangan kuku, dan perubahan warna.
* retinoid (mis., isotretinoin): Dapat menyebabkan kuku yang rapuh dan paronychia.
* obat lain: Antibiotik tertentu, obat antijamur, dan obat -obatan untuk kondisi jantung juga dapat mempengaruhi pertumbuhan kuku.
* Kekurangan Nutrisi:
* Kekurangan biotin: Meskipun jarang, kekurangan parah dapat menyebabkan kuku yang rapuh.
* Kekurangan protein: Dapat menyebabkan garis Beau.
* Kekurangan seng: Dapat menyebabkan perubahan kuku. Diet seimbang umumnya cukup; Suplemen biasanya tidak diperlukan kecuali jika kekurangan dikonfirmasi.
* Paparan bahan kimia yang keras:
* sering menggunakan penghapus cat kuku: Dapat mengeringkan kuku dan membuatnya rapuh.
* Produk pembersihan yang keras: Dapat merusak pelat kuku.
* Usia: Pertumbuhan kuku secara alami melambat seiring bertambahnya usia.
* Sirkulasi: Sirkulasi yang buruk ke ekstremitas dapat mengurangi pengiriman nutrisi ke matriks kuku, memperlambat pertumbuhan.
Ringkasan:
Kerusakan pada matriks kuku adalah penyebab paling langsung dari masalah pertumbuhan kuku. Namun, kondisi kulit, penyakit sistemik, obat -obatan, kekurangan gizi, dan faktor eksternal juga dapat berperan. Penting untuk mengidentifikasi penyebab yang mendasari untuk menentukan perawatan terbaik. Jika Anda melihat perubahan signifikan pada kuku Anda, yang terbaik adalah berkonsultasi dengan dokter kulit atau profesional kesehatan lainnya.