* Asal kuno (penggunaan awal pewarna alami): Konsep paku mewarnai berasal dari peradaban kuno. Sekitar 3000 SM di Cina, wanita menodai kuku mereka dengan campuran lilin lebah, putih telur, gelatin, pewarna sayuran, dan gusi bahasa Arab. Di Mesir kuno, warna kuku digunakan untuk menandakan status sosial, dengan kelas yang lebih tinggi mendukung nuansa merah yang lebih gelap. Bentuk -bentuk awal ini bukanlah yang kami anggap sebagai "cat kuku" hari ini tetapi pewarna dan noda yang agak alami.
* Awal abad ke -20 (pengembangan polesan modern): Pengembangan cat kuku modern lebih erat terkait dengan industri otomotif. Pada awal 1900 -an, pengembangan cat mobil menyebabkan inovasi pelapis yang mengkilap dan tahan lama. Terinspirasi oleh cat mobil ini, Michelle Menard menciptakan cat kuku modern pertama pada tahun 1920 ketika ia mengadaptasi teknologi untuk cat mobil untuk membuat formula serupa untuk kuku. Dia kemudian meluncurkan perusahaan enamel kukunya sendiri, Lutx pada tahun 1917.
* tonggak penting:
* Bahan cat kuku awal: Cat kuku awal mengandung bahan -bahan seperti nitroselulosa, yang menciptakan film yang fleksibel saat kering. Pelarut ditambahkan untuk menyimpan cairan semir di dalam botol dan kemudian menguap pada kuku. Pigmen memberikan warna.
* Evolusi warna dan selesai: Seiring waktu, kisaran warna diperluas melampaui pink dan merah asli. Hasil akhir baru, seperti matte dan glitter, juga dikembangkan.
* Peningkatan keamanan: Ketika industri berevolusi, peraturan diberlakukan untuk memastikan keamanan bahan cat kuku dan proses pembuatan.
Ringkasan: Cat kuku tidak "ditemukan" dalam cara seorang penemu tunggal menemukannya. Ini berevolusi dari waktu ke waktu, dimulai dengan penggunaan pewarna alami untuk menodai kuku dalam budaya kuno dan berkembang menjadi pengembangan cat kuku modern di awal abad ke -20, yang terinspirasi oleh teknologi cat otomotif.