Faktor Eksternal (Lingkungan &Kebiasaan):
* Paparan cuci tangan/air yang sering: Penghapusan dan pengeringan kuku yang berulang -ulang melepaskan minyak alami, membuatnya rapuh dan rentan terhadap pengelupasan.
* sabun kasar, deterjen, dan produk pembersih: Ini mengandung bahan kimia yang menghapus kelembaban dari kuku.
* Polandia kuku dan penghapus cat: Penghilang berbasis aseton sangat keras dan pengeringan. Aplikasi yang sering dan pengangkatan cat kuku dapat melemahkan struktur kuku.
* Kuku buatan (akrilik, gel, wraps): Proses aplikasi dan penghapusan dapat merusak pelat kuku, yang menyebabkan penipisan dan mengelupas.
* Trauma ke kuku: Mengetuk berulang, mengetik, atau menabrak kuku dapat menyebabkan retakan mikroskopis yang pada akhirnya menyebabkan pengelupasan. Juga, menjadi terlalu kasar dengan alat kuku seperti alat logam dapat menyebabkan kerusakan pada kuku.
* cuaca dingin dan kering: Kelembaban rendah dapat mengeringkan kuku dan membuatnya lebih rentan terhadap pengelupasan.
* Paparan bahan kimia tertentu: Bekerja dengan bahan kimia tanpa perlindungan yang tepat dapat merusak kuku.
* tugas rumah tangga tanpa sarung tangan: Mencuci piring, berkebun, dan tugas -tugas lainnya dapat mengekspos kuku pada bahan kimia yang keras dan kelembaban berlebihan.
Faktor internal (kesehatan &nutrisi):
* Kekurangan Nutrisi:
* Anemia Kekurangan Besi: Salah satu penyebab paling umum.
* Kekurangan biotin: Jarang, tetapi dapat berkontribusi.
* Kekurangan vitamin dan mineral lainnya: Termasuk vitamin A, vitamin C, vitamin D, kalsium, dan seng.
* dehidrasi: Tidak minum air yang cukup dapat memengaruhi kesehatan kuku.
* Kondisi medis:
* gangguan tiroid (hipotiroidisme): Dapat menyebabkan kuku kering dan rapuh.
* eksim atau psoriasis: Kondisi kulit ini dapat mempengaruhi kuku.
* lichen planus: Kondisi peradangan yang dapat mempengaruhi kuku.
* Infeksi kuku jamur (onychomycosis): Meskipun lebih sering dikaitkan dengan penebalan dan perubahan warna, infeksi jamur juga dapat menyebabkan kerusakan kuku dan mengelupas.
* Penuaan: Seiring bertambahnya usia, kuku kita secara alami menjadi lebih tipis dan lebih rapuh.
* Obat -obatan tertentu: Beberapa obat dapat memiliki efek samping yang mempengaruhi kesehatan kuku.
* stres: Stres kronis terkadang dapat berkontribusi pada masalah kuku.
Cara membantu mencegah dan merawat kuku yang mengelupas:
* Melembabkan sering: Oleskan krim tangan berkualitas baik dan minyak kutikula beberapa kali sehari, terutama setelah mencuci tangan.
* pakai sarung tangan: Lindungi tangan dan kuku Anda dengan mengenakan sarung tangan saat mencuci piring, membersihkan, atau berkebun.
* Batasi paparan air: Hindari perendaman tangan Anda yang berkepanjangan di dalam air.
* Gunakan penghapus cat kuku bebas aseton: Penghilang bebas aseton lebih lembut di kuku.
* istirahat dari cat kuku dan kuku buatan: Beri kuku Anda untuk pulih.
* Pertahankan Diet Sehat: Makan diet seimbang yang kaya akan vitamin dan mineral. Pertimbangkan untuk mengonsumsi suplemen biotin setelah berkonsultasi dengan dokter.
* tetap terhidrasi: Minum banyak air.
* Hindari memilih atau menggigit kuku Anda: Ini dapat merusak piring kuku.
* Gunakan pengeras kuku dengan hemat: Beberapa pengeras kuku sebenarnya bisa membuat kuku lebih rapuh.
* Lihat dokter: Jika mengelupas parah, persisten, atau disertai dengan gejala lain (seperti nyeri, pembengkakan, atau perubahan warna), berkonsultasi dengan dokter kulit atau dokter untuk mengesampingkan kondisi medis yang mendasarinya.
Penting untuk dicatat bahwa mengidentifikasi penyebab pasti kuku yang terkelupas bisa menantang. Terkadang, ini adalah kombinasi faktor. Dengan menangani kontributor eksternal dan internal, Anda sering dapat meningkatkan kesehatan dan penampilan kuku Anda.