* bahan kimia yang kuat: Lem kuku palsu mengandung bahan kimia yang kuat seperti cyanoacrylate, yang merupakan jenis perekat akrilik. Bahan kimia ini dapat melemahkan dan merusak struktur kuku alami dari waktu ke waktu.
* dehidrasi: Lem dapat merusak kuku alami, membuatnya rapuh, kering, dan rentan terhadap kerusakan.
* Penipisan: Menghapus kuku palsu yang direkatkan langsung ke kuku alami kadang -kadang bisa mengupas lapisan kuku alami, yang mengarah ke penipisan dan kelemahan.
* Infeksi: Jika kelembaban terperangkap antara kuku palsu dan kuku alami, itu dapat menciptakan lingkungan untuk infeksi jamur atau bakteri untuk berkembang.
* Reaksi Alergi: Beberapa orang mungkin alergi terhadap bahan kimia dalam lem kuku, yang dapat menyebabkan iritasi kulit, kemerahan, pembengkakan, atau bahkan pemisahan kuku.
* Penghapusan yang Tidak Benar: Teknik penghapusan yang salah (seperti merobek kuku secara paksa) dapat menyebabkan kerusakan yang signifikan, termasuk pemisahan pelat kuku (onykolisis).
alternatif untuk mengurangi kerusakan:
* Gunakan mantel dasar: Menerapkan lapisan dasar cat kuku sebelum menempelkan kuku palsu dapat membuat penghalang dan melindungi kuku alami Anda.
* Penggunaan jangka pendek: Batasi durasi Anda memakai kuku palsu untuk memberi kuku alami kesempatan untuk pulih.
* Penghapusan yang tepat: Rendam kuku Anda dalam penghapus cat kuku berbasis aseton untuk melarutkan lem. Hindari mencoret atau menarik kuku, karena ini dapat menyebabkan kerusakan yang signifikan.
* Aplikasi dan Penghapusan Profesional: Jika memungkinkan, mintalah apply profesional dan lepaskan kuku palsu untuk meminimalkan kerusakan.
* Pertimbangkan alternatif: Jelajahi alternatif seperti tab perekat atau kuku pers yang menggunakan perekat yang kurang agresif.
* Perawatan Kuku: Setelah menghilangkan kuku palsu, melembabkan kuku dan kutikula Anda secara teratur dengan minyak atau krim bergizi untuk membantu mereka pulih.
* Beri kuku istirahat: Biarkan kuku alami Anda bernafas dan pulih di antara aplikasi kuku palsu.
Jika Anda melihat ada tanda -tanda infeksi (kemerahan, pembengkakan, nyeri, nanah) atau kerusakan kuku yang parah, berkonsultasilah dengan dokter atau dokter kulit.