* Tidak Steril: Pewarna makanan diproduksi di fasilitas yang tidak steril sehingga dapat mengandung bakteri dan kontaminan lainnya. Menyuntikkannya ke kulit dapat menyebabkan infeksi serius.
* Pigmen Tak Terduga: Pigmen pewarna makanan tidak dirancang untuk tetap stabil di kulit. Tato tersebut dapat rusak, memudar dengan cepat, atau bahkan berubah warna seiring berjalannya waktu, sehingga menghasilkan tato yang tidak diinginkan dan tidak dapat diprediksi.
* Reaksi Alergi: Pewarna makanan seringkali mengandung bahan tambahan dan pewarna yang dapat menimbulkan reaksi alergi jika disuntikkan ke kulit.
* Bekas Luka dan Kerusakan Kulit: Komposisi kimia pewarna makanan tidak cocok digunakan sebagai pigmen tato. Hal ini dapat menyebabkan peradangan, jaringan parut, dan jenis kerusakan kulit lainnya.
Tinta tato diformulasikan dan diproduksi secara khusus agar steril, stabil, dan aman untuk disuntikkan ke kulit. Mereka menjalani pengujian ketat untuk memastikan mereka memenuhi standar keselamatan.
Singkatnya, penggunaan pewarna makanan merah (atau pewarna makanan apa pun) pada tato sangat berbahaya dan dapat menimbulkan konsekuensi kesehatan yang serius.