Inilah alasannya:
* Rimmel dianggap sebagai pionir kosmetik pasar massal. Ia sering dianggap mempopulerkan maskara. Dia tidak *menemukan* maskara, namun dia mengembangkan formula tidak beracun menggunakan petroleum jelly dan debu batu bara, sehingga terjangkau dan tersedia secara luas.
* Namanya menjadi sinonim dengan maskara dalam banyak bahasa. Dalam beberapa bahasa (termasuk Portugis, Spanyol, Italia, Turki, Rumania, Persia, dan Arab), "rimmel" adalah kata untuk maskara.
* Perusahaannya, Rimmel, masih eksis hingga saat ini dan merupakan merek terkenal.
Meskipun sudah ada individu yang terlibat dalam pembuatan dan penjualan produk kosmetik jauh sebelum Rimmel (misalnya Cleopatra dan kohlnya), pengaruh Rimmel dalam membuat kosmetik dapat diakses oleh khalayak yang lebih luas dan warisan abadi namanya menjadikannya sosok yang menonjol dan bisa dibilang paling dekat dengan "nama depan" dalam industri kosmetik modern.
Oleh karena itu, jawabannya adalah Eugène Rimmel .